PROGRAM Eliminasi Tuberkulosis di Kota Probolinggo harus tuntas pada 2030. Karenanya, dalam peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, Jumat (25/3), Dinkes-PPKB Kota Probolinggo mengundang banyak pihak. Menyosialisasikan cara pencegahan sampai pengobatan bagi penderita tuberkulosis (TBC).
Mengusung tema Invest to End TB, Save Lives, kegiatan ini digelar di Ruang Puri Manggala Bhakti, Pemkot Probolinggo. Dibuka oleh Wali Kota Probolinggo yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Ir. Gogol Sudjarwo, M.Si.
“Pandemi Covid-19 menyebabkan kemunduran progres TBC dunia. Untuk kali pertama, kematian TBC meningkat selama satu dekade pada 2020. Indonesia adalah negara dengan peringkat ketiga terbanyak penderita TBC setelah India dan China. Indonesia juga termasuk satu dari delapan negara penyumbang 2 per 3 kasus di dunia,” ujar Gogol, ketika membacakan sambutan Wali Kota.
Situasi ini, kata Gogol, menjadi hambatan besar dalam merealisasikan target eliminasi TBC pada tahun 2030. “Tahun 2021, jumlah penduduk Kota Probolinggo 241.243 jiwa. Diperkirakan ada 800 jiwa penderita TBC. Sedangkan, penemuan kasus TBC sendiri hanya 418 jiwa atau 52 persen,” jelasnya.
Artinya, masih banyak potensi yang belum ditemukan dan berpotensi menjadi sumber penularan. Sementara, angka kesembuhan mencapai 79 persen. Berarti, pengobatan belum optimal. Karena itu, Wali Kota Probolinggo berharap 10 sektor yang hadir berperan aktif mendukung tercapainya eliminasi TB, khususnya di Kota Probolinggo.
Plt Kepala Dinas Kesehatan-PPKB Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati, S.Kep., Ns., menyebutkan, program pengendalian penyakit tuberkulosis adalah program prioritas dalam Standart Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan.
“Bukan hanya jadi persoalan dunia, di Indonesia bahkan di Kota Probolinggo, tuberkulosis menimbulkan berbagai masalah yang kompleks. Baik dari sisi medis, sosial, ekonomi, dan budaya,” ujar dr. Ida -panggilan akrab dr. Nurul Hasanah Hidayati.
Dalam laporannya, dr. Ida mengatakan, berbagai kegiatan telah dilakukan Dinkes-PPKB sebagai upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis. Seperti, skreening aktif di lapas maupun pondok pesantren, kerja sama layanan TB dengan fasilitas kesehatan (faskes) swasta hingga dokter praktik mandiri. Juga ada investigasi kontak, bimtek peningkatan multisektor, hingga pelayanan pasien TB di puskesmas dan rumah sakit.
Namun, mengakhiri epidemi TBC bukan hanya tanggung jawab Dinkes yang menjadi domain di sektor kesehatan. Melainkan, perlu melibatkan peran multisektor agar bisa berperan aktif. Karena itu, Dinkes-PPKB melaksanakan sosialisasi tuberkulosis kepada multisektor sebagai pencegahan sekaligus pengendalian TBC di Kota Probolinggo.
Dalam kegiatan ini, ada dua narasumber yang berbagi ilmu tentang pencegahan, penularan, pemeriksaan, dan pengobatan bagi penderita TBC. Yakni, Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib dan dari Ikatan Dokter Indobesia (IDI) Cabang Kota Probolinggo dr. Anung Sri Handayani, Sp.P.
Kegiatan ini diwarnai penandatanganan komitmen oleh Wali Kota Probolinggo, Ketua DPRD, Asisten Pemerintahan, Ketua TP PKK, Plt Kepala Dinkes-PPKB, dan 9 OPD terkait. Disusul handscreen dengan videotron oleh Asisten Ir. Gogol, Ketua DPRD, dan perwakilan OPD terkait. Di antaranya, Kepala Bappeda Litbang Drs. Tartib Goenawan, M.Si. dan Plt Kepala Dinkes-PPKB dr. Nurul Hasanah Hidayati.
Dilanjutkan penandatangan komitmen para camat, TP PKK tingkat kota dan kecamatan, BPJS, perwakilan ormas, dan organisasi profesi.
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Ruang Puri Manggala Bhakti, Pemkot Probolinggo. Hanya sekitar 65 undangan yang mengikuti kegiatan secara terbatas. Undangan lainnya diperkenankan hadir secara daring.
Undangan yang hadir, di antaranya tujuh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan para camat se-Kota Probolinggo. TP PKK tingkat kota dan kecamatan, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ormas, lembaga independen, organisasi profesi, asosiasi kesehatan, rumah sakit, puskesmas, Labkesling, dan BPJS.
Sementara, peserta sosialisasi yang mengikuti secara daring, di antaranya, lurah se-Kota Probolinggo, TP PKK tingkat kelurahan, serta masyarakat. (el/adv)