Setiap tahun Pemerintah Desa Sumberbendo menyiapkan anggaran dari dana desa untuk program kesehatan. Salah satunya untuk pelaksanaan Program Pos Pemberdayaan Terpadu (Posyandu).
“Rutin. Setiap tahun pasti dianggarkan untuk Posyandu,” ujar Pj Kepala Desa Sumberbendo Abdur Rahman.
Ada beragam kegiatan yang digelar melalui Posyandu. Mulai dari imunisasi, pemeriksaan kesehatan, sampai pemberian makanan tambahan (PMT). Baik bagi balita, ibu hamil, dan warga lanjut usia (lansia).
“Pemberian susu bagi para ibu hamil, penanganan ibu hamil, dan sejumlah kegiatan lain yang menyinggung kesehatan banyak dilaksanakan,” jelasnya.
PMT berupa makanan sehat hagi balita sudah dilakukan sejak lama. Hasilnya, sejauh ini sudah tidak ditemukan lagi anak yang mengalami stunting.
“Upaya mencegah terjadi stunting terus kami lakukan. Salah satunya dengan PMT. Diberikan kepada anak yang mengalami gangguan gizi, sehingga tidak sampai stunting,” katanya.
Selama ini, kegiatan Posyandu rutin digelar di lima kelompok kerja (Pokja) di seluruh dusun. Meliputi Dusun Krajan 1, Krajan 2, Sirian, Kresek, dan Dusun Kalidelu. Tercatat ada ratusan anak yang setiap kegiatan mendapatkan makanan tambahan.
“Ada 600 anak yang ikut Posyandu. Ini berkelanjutan. Yang sudah di atas 5 tahun tidak dapat PMT. Berkelanjutannya kan ada anak baru lahir, seperti itu seterusnya,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah desa juga terus berupaya memfasilitasi dan mengajak warga melakukan vaksinasi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan bersama sejumlah pihak. Seperti tenaga kesehatan, TNI, dan Polri.
“Syukur saat penyuntikan dosis pertama masyarakat cukup antusias. Begitu juga saat dosis dua dan tiga. Saat ini terus berjalan secara door to door. Guna menjaga herd immunity masyarakat,” Katanya.
Percepat Pemulihan Ekonomi
Dampak pandemi Covid-19 masih sangat memukul sektor perekonomian. Karena itu, Pemerintah Desa Sumberbendo kembali mengalokasikan sejumlah dana desa untuk bantuan langsung tunai (BLT). Bahkan, tahun ini jumlah penerimanya bertambah.
Tahun ini, 158 keluarga penerima manfaat (KPM) BLT-DD. Jumlahnya lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“Sebelumnya hanya 60 KPM. Tahun ini meningkat. Itu sesuai arahan Pemerintah Pusat. Diambilkan 40 persen dari dana desa,” ujar Pj Kepala Desa Sumberbendo Abdur Rahman.
Ditambahnya KPM ini juga bertujuan memaksimalkan bantuan kepada masyarakat. Prioritasnya warga kurang mampu dan terdampak pandemi.
“Juga tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah. Alhamdulillah dengan penambahan ini, warga yang memang benar terdampak dengan sejumlah kriteria itu terpenuhi,” katanya.
Bantuan ini akan disalurkan bulan ini untuk tiga bulan sekaligus. “Bisa langsung tiga tahapan penyerahannya. Karena, sejak Januari belum diberikan,” ujarnya.
Ia berharap adanya bantuan ini dapat merangsang dan memulihkan perekonomian warga. Serta, dapat digunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dengan perputaran uang dari bantuan ini, usaha masyarakat akan mulai terangkat. Sebab, pemanfaatannya tentu ke lingkungan sekitarnya dulu atau ke tetangganya,” jelasnya.
Realisasikan Program Ketahanan Pangan
Peduli terhadap kesehatan dan perekonomian, bukan berarti melupakan infrastruktur. Tahun ini, Pemerintah Desa Sumberbendo juga mengalokasikan dana desa untuk infrastruktur. Namun, tujuannya juga untuk mewujudkan program ketahanan pangan.
Pemerintah desa berencana meningkat fasilitas jalan usaha tani. Ada dua jalan yang akan diperbaiki. Masing-masing di Dusun Krajan 1 dan Dusun Kalidelu. Dua jalan itu akan dirabat beton.
“Jalan ini akses masyarakat ketika mengangkut hasil pertanian," ujar Pj Kepala Desa Sumberbendo Abdur Rahman.
Desa Sumberbendo memang mempunyai potensi pertanian yang cukup baik. Baik tanaman jagung maupun padi. Dengan adanya perbaikan jalan ini, diharapkan proses pengangkutan hasil pertanian semakin mudah.
“Jalan yang berair saat hujan mempersulit proses pengangkutan. Setelah dirabat beton, nantinya dapat mempermudah mengangkut hasil pertanian,” katanya.
Selain merabat beton jalan, juga terdapat program lain. Seperti pembangunan drainase di Dusun Kresek. Serta, pembangunan tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan 10 jamban.
Perbaikan RLTH merupakan salah satu upaya pemerintah desa memberikan rumah yang layak kepada warga. Begitu juga dengan sanitasi. Fasilitas ini dibangun demi menjaga kesehatan warga dan lingkungannya.
“Masih ada warga yang buang hajat (BAB) di sungai. Adanya program jambanisasi diharapkan dapat memberikan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya. (mu/rud/*)