Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, selepas melakukan pertemuan, perwakilan warga yang hadir menyampaikan hasil pertemuan tersebut untuk memberikan pemahaman. Namun apa yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan massa. Akhirnya massa pun menyoraki hal itu. Dan mengancam akan menutup Jalan Raya Gending.
Sekitar pukul 10.00 warga mulai bergerak menuju jalan raya yang berada di sisi utara kantor Kecamatan Gending. Perlahan massa bergerak. Ratusan massa sempat menutup jalan dan membentangkan banner dan poster yang dibawa. Melihat hal itu, polisi kemudian menghalau massa agar masuk kembali kedalam halaman kecamatan. Pasalnya aksi yang dilakukan membahayakan massa dan pengguna jalan. Saat menghalau massa, sempat terjadi aksi dorong. Sehingga terjadi ketegangan situasi. Beruntungnya tidak sampai pecah keributan.
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/22/03/2022/aksi-massa-di-kantor-kecamatan-gending-memang-untuk-tuntut-hitung-ulang/
Di antara massa, terlihat Sakdiyah, 62. Dia merupakan kerabat dari Nanik Sri, salah satu cakades Pajurangan yang di pilkades lalu kalah selisih tipis. Sakdiyah juga ikut-ikutan demo sambil membawa poster. Dia sempat memegang kepalanya karena pusing, saat beraksi di bawah terik matahari dan hampir pingsan. Hingga akhirnya dia dievakuasi oleh Polwan. Meski begitu, dia tetap melanjutkan aksi karena pertemuan di kantor Kecamatan Gending, belum selesai.
Saat itu teriakan massa cukup terdengar. “Tutup ae embonge. Kecamatan wes dituku (Tutup saja jalannya. Pihak kecamatan sudah dibeli),” begitu teriakan massa yang terdengar di kantor Kecamatan Gending, Senin (21/3) siang.
Cara aparat menghalau dengan bahasa persuasif, efektif. Massa hanya sekitar dua menit saja berada di Jalan Raya Gending. Sehingga tak sampai ada penutupan di jalur pantura. Massa akhirnya manut dan kembali ke halaman kantor dan menunggu perwakilan yang sedang bermediasi.
Kasi Humas Polres Probolinggo, Bripka Mukhtar Yuliharto mengatakan saat proses mengahalau massa tidak terjadi gesekan. Sehingga tidak ada massa yang diamankan. Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dengan aman dan kondusif.
“Kami hanya meminta massa untuk masuk kedalam kecamatan. Tidak ada massa yang perlu diamankan karena memang situasinya kondusif,” ujarnya.
Disinggung terkait aksi susulan yang berpotensi terjadi, Mukhtar menuturkan jika Polisi tetap akan melakukan tugasnya secara Humanis. Penyampaian aspirasi adalah amanah undang-undang. Kepolisian melakukan tindakan pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur, edukasi dan sosialisasi dengan baik.
“Kami rasa massa sudah memahami cara menyampaikan pendapat dimuka umum. Kami juga akan bertugas secara humanis,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pendukung Calon Kepala Desa (Cakdes) Pajurangan nomor urut 1, Nanik Sri Wahyuni, mendatangi kantor Kecamatan Gending, Senin (21/3). Aksi ini dilakukan untuk menuntut penghitungan ulang perolehan suara Pilkades Pajurangan. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin