Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Amankan Jalan Utama dari Ancaman Longsor di Pohsangit Ngisor

Jawanto Arifin • Selasa, 15 Maret 2022 | 20:48 WIB
LEBIH KUAT: Jalan Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto, semakin aman dilintasi setelah dibangun TPT. (Foto: Pemdes Pohsangit Ngisor for Jawa Pos Radar Bromo)
LEBIH KUAT: Jalan Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto, semakin aman dilintasi setelah dibangun TPT. (Foto: Pemdes Pohsangit Ngisor for Jawa Pos Radar Bromo)
MASYARAKAT tidak perlu khawatir saat melintas di jalan penghubung Dusun Krajan dengan Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto. Jalan penghubung antardesa itu telah diperkuat dengan tembok penahan tanah (TPT). Pembangunannya telah dilakukan pada awal 2022.

Setiap musim hujan, masyarakat kerap khawatir saat melintas di Jalan RT 6/RW 3 Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor. Jalan ini berdekatan dengan sungai. Setiap hujan deras, sungai kerap meluber dan menggerus bibir jalan.

Tapi, itu dulu. Kini jalannya telah jauh lebih aman. Sudah kokoh. Januari lalu, Pemerintah Desa Pohsangit Ngisor, memperkuat jalan ini dengan TPT. Panjangnya sekitar 7,9 meter dengan tinggi 4,5 meter.

TPT ini dibangun sisa lebih penggunaan anggaran tahun 2021 senilai Rp 15 juta. “Kalau dibiarkan, kami khawatir akan berbahaya, karena bibir jalan sering tergerus. Kalau tidak dibangun TPT, bisa longsor,” ujar Pj Kades Pohsangit Ngisor Slamet Hermanto.

Jalan ini merupakan salah satu jalur utama roda perekonomian warga. Banyak masyarakat yang berdagang hingga menjual hasil pertanian ke luar desa dengan melintasi jalan ini. Seperti, ke Desa Tunggak Cerme dan Sepuhgembol.

Jika longsor, jalan bisa tertutup. Hal ini bisa merugikan masyarakat. Mereka harus melintasi jalan yang lebih jauh untuk keluar desa. Dengan dibangun TPT, kini masyarakat lebih aman dan nyaman melintasnya.

“Sarana dan prasarana jalan adalah roda utama perekonomian. Kenyamanan dan keselamatan warga harus selalu diupayakan,” ujar Slamet.



Penerima BLT-DD Naik Lipat Tiga

Dampak pandemi Covid-19, masih terasa. Karenanya, pemerintah masih mengalokasikan anggaran untuk bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD). Termasuk pemerintah Desa Pohsangit Ngisor.

Bahkan, pencairannya sudah dilakukan awal pekan lalu di balai desa. Jumlah warga yang mendapatkannya naik lipat tiga dibanding tahun kemarin.

Pj Kepala Desa Pohsangit Ngisor Slamet Hermanto mengatakan, program BLT-DD merupakan program wajib bagi setiap desa. Bahkan, setiap desa diminta mengalokasikan anggaran minimal 40 persen dari dana desa.

Photo
Photo
BANTU WARGA: Sejumlah warga mendapatkan BLT-DD untuk tiga bulan pertama 2022. Tahun ini, ada 108 KPM di Desa Pohsangit Ngisor yang mendapatkan BLT-DD. (Foto: Pemdes Pohsangit Ngisor for Jawa Pos Radar Bromo)

Tahun ini, jumlah penerima BLT-DD di Desa Pohsangit Ngosir semakin banyak. Jika pada 2021 hanya 35 keluarga penerima manfaat (KPM), tahun ini ada 108 KPM. “Setiap KPM menerima Rp 300 ribu per bulan yang dicairkan langsung tiga bulan. Kami sudah mencairkan Senin (7/3) lalu, di balai desa,” katanya.

Slamet berharap bantuan ini bisa digunakan dengan bijaksana. Setiap KPM menggunakannya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Seperti membeli sembako dan bukan digunakan untuk membeli kebutuhan sekunder ataupun lainnya.



“Harus dibelikan beras, minyak, atau lauk. Jangan dibelikan barang yang tidak penting. Sehingga bantuan ini benar-benar bermanfaat,” ujarnya. (riz/rud/*)

Photo
Photo
Editor : Jawanto Arifin
#transparansi desa #tilik desa #desa pohsangit ngisor #kecamatan wonomerto