Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jualan di Trotoar Mangunharjo, Puluhan PKL Buah Diusir

Jawanto Arifin • Selasa, 22 Februari 2022 | 16:09 WIB
DITEGUR: Sejumlah anggota Satpol PP Kota Probolinggo menegur salah seorang PKL buah yang berjualan di Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, (21/2). (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
DITEGUR: Sejumlah anggota Satpol PP Kota Probolinggo menegur salah seorang PKL buah yang berjualan di Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, (21/2). (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
MAYANGAN, Radar Bromo - Penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Kota Probolinggo, kembali dilakukan. Senin (21/2), sejumlah PKL buah yang berjualan di trotoar Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, ditegur. Mereka juga diusir dari lokasi berjualan.

Ada 10 PKL yang mendapatkan teguran dari Satpol PP. Mereka berjualan mulai dari sisi barat perlintasan kereta api (KA) hingga depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo. Mereka meninggalkan lokasi berjualan.

Namun, tidak semua PKL langsung patuh. Ada yang masih mendebat petugas. Mereka mempertanyakan ke mana harus berjualan. Padahal, saat ini perekonomian sedang susah. Tetapi, akhirnya mereka meninggalkan lokasi berjualan.

“Kalau tidak boleh berjualan di sini, terus saya harus berjualan di mana. Padahal, saya di sini cuma berdagang untuk keluarga,” ujar salah satu PKL di lokasi.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, operasi ini dilakukan bersama personel dari Satlantas Polres Probolinggo Kota dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo. Sebab, PKL itu berjualan di trotoar yang merupakan jalur pedestrian.

Karena di kokasi ini merupakan operasi perdana, pihaknya hanya memberikan sanksi teguran dan meminta mereka pindah. Jika ke depan masih bandel, pihaknya mengaku akan memberikan sanksi lebih berat.



“Saat ini persuasif dulu agar PKL paham. Kalau masih melanggar lagi, bisa kami kenakan sanksi dengan mengangkut barang dagangan mereka,” ujar Aman. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin
#razia pkl #pkl probolinggo