Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Upaya Desa Jangkang Jaga Ketahanan Pangan

Jawanto Arifin • Selasa, 22 Februari 2022 | 18:43 WIB
Photo
Photo
BERAGAM rencana pembangunan telah disusun Pemerintah Desa Jangkang, Kecamatan Tiris. Mulai dari program ketahanan pangan sampai program kesehatan balita. Semua dilakukan demi meningkatkan taraf hidup warga.

Kondisi geografis dan ketersediaan infrastruktur, menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, dalam membangun desa. Dua faktor tersebut akan berpengaruh besar terhadap kesuksesan rencana pembangunan yang telah disusun.

Dari sektor ketahanan pangan, Pemerintah Desa Jangkang berencana menggenjot produktivitas tanaman jagung. Alasannya, lahan pertanian di desa ini memiliki kandungan air sedang. Karena itulah, tanaman pangan yang cocok ditanam adalah jagung.

“Untuk tanaman pangan yang cocok di Desa Jangkang, jagung. Ada beberapa dusun yang menanam padi, tapi kualitasnya kurang baik," kata Pj Kepala Desa Jangkang Buji Slamet.

Anggaran yang sudah tersedia akan disisihkan untuk pengadaan bibit jagung untuk kelompok tani. Bibit jagung diberikan secara sukarela. Agar ditanam di lahan milik warga. Harapannya, dapat meningkatkan produktivitas pertanian jagung.

"Kalau dipersentase, mungkin seperempat luas lahan desa saat ini ditanami jagung. Namun, akan terus kami genjot agar lebih melimpah,” katanya.

Bukan sekadar bantuan bibit, pemerintah desa juga melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petani. Agar sumber daya manusia (SDM) juga meningkat. Serta, memiliki kemampuan dalam mengelola lahan yang ditanami jagung mulai dari masa tanam hingga panen.

Penanganan kendala masa tanam, seperti serangan hama dan kondisi tanaman yang kurang bagus, juga perlu ditanggulangi. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen.



Agar hasil panen bagus, pada masa tanam nanti pemerintah desa juga akan memberikan pupuk untuk merangsang pertumbuhan jagung. Jumlahnya menyesuaikan jumlah bibit yang diberikan.

“Sebenarnya ketahanan pangan ini juga berpengaruh pada kondisi ekonomi warga. Jika stok makanan tercukupi, hasilnya juga bisa dijual. Yang paling penting adalah ketahanan pangan warga terpenuhi dulu," tuturnya.

Slamet mengaku akan memastikan bantuan ini berjalan sesuai rencana. Pengawasan secara ketat akan dilakukan. Dengan melibatkan seluruh perangkat desa secara berjenjang mulai tingkat RT dan RW.

Photo
Photo
BANTUAN: Perangkat Desa Jangkang menyalurkan bantuan kepada KPM. Selain BLT-DD, ada juga BLT Kemiskinan Ekstrem. (Foto: Pemerintah Desa Jangkang for Jawa Pos Radar Bromo)

Tambah KPM, Percepat Pemulihan Ekonomi

Sektor ekonomi warga dalam tiga tahun belakangan cenderung menurun. Terdampak adanya pandemi Covid-19. Terutama munculnya kebijakan pemerintah yang melarang terjadinya kerumunan di tempat-tempat publik, termasuk di pasar.

“Pandemi sangat berpengaruh pada ekonomi warga. Sebagai contoh, dulu ada kebijakan pembatasan jam operasional pasar. Warga yang berprofesi sebagai pedagang tidak dapat memperoleh upah atau hasil dagang yang maksimal,” ujar Pj Kepala Desa Jangkang Buji Slamet.

Karena itu, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD). Bantuan ini diberikan untuk memberikan stimulus agar proses pemulihan ekonomi dapat dilakukan secara cepat.

Untuk menyukseskan program ini, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) turut ditambah. Jika tahun sebelumnya jumlah 122 KPM, tahun ini terdapat 134 KPM. “Program ini menyedot anggaran paling besar dibandingkan rencana lain. Kami menyadari hal itu, karena hingga saat ini pandemi Covid-19 masih menjadi atensi serius Pemerintah Pusat hingga daerah," tandasnya.



Slamet memastikan seluruh KPM sudah terdaftar. Mereka dipastikan berhak mendapatkannya. Bahkan, telah melewati tahap pemetaan, pendataan, hingga verifikasi secara teliti. Bahkan, untuk mengetahui langsung kondisi KPM, petugas melakukan pengecekan rumah.

"Semua sudah sesuai prosedur. Kami pastikan mereka yang tahun ini menerima BLT-DD adalah orang yang tepat," ungkapnya.

Namun, terus dievaluasi secara berkala. Ini menjadi salah satu upaya kontrol pemerintah desa. Agar bantuan yang disalurkan tepat guna dan manfaat. Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

“Penyalurannya benar-benar kami kontrol. Kalau KPM saat evaluasi sudah dirasa sejahtera, maka bantuan akan dialihkan kepada orang lain yang lebih berhak,” bebernya.

Photo
Photo
IKHTIAR SEHAT: Kader Posyandu Desa Jangkang mengecek berat badan balita. Dalam kegiatan ini, juga diberikan vitamin untuk balita. (Foto: Pemerintah Desa Jangkang for Jawa Pos Radar Bromo)

Tak Lupakan Kebutuhan Balita

Tumbuh kembang balita juga menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Jangkang. Kesehatan mereka terus dikontrol melalui kegiatan Posyandu.

Posyandu dilakukan secara rutin dan bergiliran di seluruh dusun. Satu per satu balita yang sudah terdaftar dalam kegiatan diperiksa. Seperti tinggi dan bobot balita, hingga pemberian vitamin. “Hampir setiap pekan secara bergiliran kegiatan dijalankan,” ujar Pj Kepala Desa Jangkang Buji Slamet.

Setidaknya, ada 380 balita yang rutin datang dalam kegiatan Posyandu. Karena itulah, tidak hanya melakukan kontrol tumbuh kembang, kegiatan ini juga menjadi ajang kosultasi kesehatan. Mulai dari konsultasi penyakit hingga konsultasi gizi balita. "Antusiasme warga cukup tinggi. Saat kegiatan berlangsung, juga diselipkan kegiatan konsultasi," ujarnya.



Ada juga pemberian makanan tambahan (PMT). Para balita itu mendapatkan makanan tambahan dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu. Serta, mengandung nilai gizi yang sesuai kebutuhan sasaran.

Setiap balita dipastikan mendapatkannya. Bila ada yang berhalangan hadir dalam kegiatan Posyandu, kader posyandu akan mengantarkannya ke rumah balita. Upaya jemput bola ini dilakukan hanya demi menjaga kebutuhan gizi harian balita. “Makanan yang sudah dibuat seluruhnya harus habis diberikan kepada balita tanpa terkecuali," ujarnya. (ar/rud)

Photo
Photo
Editor : Jawanto Arifin
#tilik desa #desa jangkang #kecamatan tiris