Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Rachma Deta Antariksa mengungkapkan, volume sampah harian perkotaan sempat naik turun. Tapi angkanya tidak berbeda jauh. Rata-rata antara 60 hingga 70 ton. Ini berasal dari 29 kelurahan di lima kecamatan.
Namun, tiga tahun terakhir rata-rata volume sampah mencapai 70 ton dalam sehari. Jumlah ini termasuk kategori sedang. Sehingga, jumlah tempat pembuangan sementara (TPS) yang dimiliki Pemkot sebanyak 12 buah dapat menampungnya. Di setiap TPS, sampah dipilah sesuai jenis sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Suatu perkotaan disebut memiliki volume sampah tinggi jika per hari mencapai lebih dari 200 ton. Sementara Kota Probolinggo saat ini masih 70 ton per hari. Jadi masih aman. Angka ini tetap sejak 2019 lalu,” ungkapnya.
Deta menjelaskan, pihaknya terus berupaya optimal mengelola sampah di masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng RT dan RW di setiap kelurahan untuk mengambil sampah masyarakat. Ini dilakukan secara berkala setiap harinya.
Dengan volume sampah saat ini, pihaknya menurut Deta -panggilannya- belum berencana menambah tempat sampah atau TPS di perkotaan. Fasilitas yang ada saat ini sudah lebih dari cukup. Jika ditambah, maka belum tentu pengelolaan sampah menjadi lebih maksimal. Sebab yang terpenting kesadaran masyarakat.
“Saat ini yang terpenting peran serta masyarakat dengan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan buang sembarangan, apalagi dibuang ke sungai atau saluran drainase. Apalagi tempat sampah ada di setiap sudut kota,” pungkas Deta. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin