Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rahmani mengatakan, meminta pasien untuk pulang dua kali berturut-turut dilakukan, karena memang saat dilakukan pemeriksaan medis, yang bersangkutan belum ada tanda-tanda pembukaan melahirkan.
“Saat pasien datang sudah kami layani. Kami lakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Cuma karena belum inpartu, diperbolehkan pulang,” ujarnya, Sabtu (5/2).
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/06/02/2022/bayi-meninggal-tuding-pelayanan-puskesmas-pajarakan-tak-maksimal/
Ia menjelaskan, jika lahirnya bayi sebelum waktunya, dimungkinkan karena mengalami masalah dalam kandungannya. Terlebih saat itu yang bersangkutan baru mengakui jika sebenarnya sejak tiga hari sebelum melahirkan sering batuk dan flu.
Diduga, karena batuk dan flu itulah yang membuat rangsangan kepada bayi untuk dilahirkan sebelum waktunya. Ia memastikan penanganan dan observasi hingga sembuh dilakukan terhadap Anisa. Sehingga, saat kondisinya sudah membaik diperbolehkan pulang.
“Pasien tidak bilang dari awal kalau sering batuk. Kontraksi dimungkinkan karena batuk. Tadi (Sabtu pagi) kami sudah melakukan kunjungan bersama bidan desa guna memastikan kesehatan ibu Anisa,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin