Senin (24/1), Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. me-launching produk UMKM Kota Probolinggo di Indomaret Probolinggo 3, di Jalan Ahmad Yani, Kota Probolinggo. Launching juga dihadiri Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, S.Pd.I; CSR Manajer Indomaret Head Office Bambang Trijanto; Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIH; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sajekti, S.KM., M.Si.; hingga kepala OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo.
“Situasi kondisi di tengah masa Pandemi Covid-19, kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memulihkan dan memajukan sektor-sektor ekonomi di Kota Probolinggo. Saya mengapresiasi kolaborasi take and give ini. Selama keberadaan toko modern bisa merangkul para pelaku UMKM, pemerintah pun akan mempermudah izin keberadaannya,” ujar Wali Kota.
Dalam sambutannya, Branch Manager Indomaret Jember Mulyono mewakili manajemen Indomaret mengaku berterima kasih kepada Pemkot Probolinggo. Karena, telah memperkenalkan berbagai produk UMKM dan berkesempatan me-launching produk UMKM Kota Probolinggo di Indomaret.
Sejatinya, kata Mulyono, produk UMKM Kota Probolinggo mulai masuk ke Indomaret sejak 2015. UMKM ini merupakan binaan DKUPP Kota Probolinggo di bawah naungan Asosiasi UMKM Probolinggo Kota.
Sinergi ini dikembangkan lagi pada Januari 2022. Indomaret menambah kemitraan dengan memasarkan produk UMKM Kota Probolinggo lainnya. Dari 50 produk UMKM Kota Probolinggo yang diajukan DKUPP, sayang hanya 9 produk UMKM yang memenuhi kriteria standar Indomaret.
“Namun, kami sangat terbuka jika ada tambahan produk UMKM yang masuk ke toko ritel Indomaret. Sehingga ada beragam produk UMKM yang dapat dijual di Indomaret,” ujar Mulyono.
Sembilan produk itu di antaranya Rengginang Udang Trisna Mandiri, Keripik Tempe Ifa, Kembang Goyang Jaya Tri, Keripik Gadung Dua Putra Jaya, Amplang Tenggiri Kembang Sari, Piscok Fendysa, dan Keripik Usus Bumi Surya. Produk-produk ini kini bisa ditemukan di 44 toko ritel Indomaret se-Kota Probolinggo.
Setiap 2 minggu sekali, produk UMKM yang terjual langsung dibayar oleh Indomaret. Pelaku UMKM bisa menyetok lagi di rak Indomaret.
Menurut Mulyono, agar produk UMKM bisa masuk Indomaret, minimal sudah terdaftar di DKUPP Kota Probolinggo dan menjadi anggota asosiasi. Serta, memiliki setifikat halal MUI, memiliki P-IRT, memiliki NIB, mencantumkan tanggal kedaluarsa, serta mencantumkan komposisi dan uji kemasan.
Di samping itu, Bambang Trijanto juga berharap kerja sama dengan Pemkot ini bisa meningkatkan penjualan produk UMKM. Serta, dapat meningkatkan perekonomian sekaligus mengangkat nama besar kearifan lokal Kota Probolinggo.
Launching produk UMKM di Indomaret ditandai dengan pembukaan tirai secara simbolis oleh Wali Kota disusul borong ramai-ramai produk UMKM Kota Probolinggo di Indomaret. Dalam kesempatan ini, juga diserahkan tali asih dari Indomaret kepada Wali Kota, Ketua DPRD, dan Sekda. (el/adv) Editor : Jawanto Arifin