Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Probolinggo Taufik mengatakan, balap liar terjadi lantaran tidak ada wadah untuk menampung para pelaku balap liar. Jika ada wadahnya, balap liar tidak akan terjadi.
Selain itu, jika memang ada wadah, baik berupa fasilitas berupa sirkuit untuk menjajal kecepatan motornya, para pembalap liar akan menjajalnya di sirkuit. Karena saat ini tidak ada, maka banyak yang balapan di jalan umum. Seperti di Pemandian Kokap, Kecamatan Sumberasih.
Jika difasilitasi, Taufik memastikan tidak akan ada balap liar lagi. Apalagi, katanya sejumlah bengkel telah bekerja sama dengan IMI Provinsi. Salah satu poinnya, bengkel tidak boleh melayani setting balap bagi motor yang bukan untuk ajang balapan resmi.
“Jika perlu rekomendasi dari IMI Jatim, kami juga bisa memintanya. Kami dari bengkel resmi juga memastikan jika tidak lagi men-setting motor yang bukan diperuntukan untuk balap resmi,” katanya.
Karenanya, pihaknya berharap ada fasiliats berupa sirkuit yang bisa dimanfaatkan oleh para pembalap. Terutama untuk menguji kecepatan motor dan berlatih.
Mendapati ini, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani mengaku akan mencarikan wadah bagi para pembalap. Dalam hal ini, pihaknya akan melibatkan stakeholder terkait. Alasannya, yang mempunyai wewenang lokasi adalah pemerintah daerah.
Menurutnya, adanya aksi balap liar salah satu faktornya karena tidak adanya wadah untuk menampung mereka. “Jika memang dari komunitas mampu membuat komitmen, saya juga berani melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk memberikan fasilitas,” ujarnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin