Empat gereja itu di antaranya, Gereja Maria Bunda Karmel, Gereja Kristus Tuhan, Gereja Merah, dan Gereja Kristen Jawi Wetan. Sejumlah personel kepolisian menyisir sejumlah ruangan gereja. Mengecek kesiapan gereja dalam melaksanakan misa dan perayaan Natal.
Termasuk sarana prasarana penerapan protokol kesehatan. Serta, pemetaan wilayah yang nantinya akan dijaga oleh polisi. “Empat gereja yang kami cek sudah siap. Baik penerapan protokol kesehatan maupun pembatasan jemaat,” ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani.
Keamanan dan kondusivitas gereja dalam perayaan Natal, menjadi perhatian serius. Karenanya, sejumlah personel kepolisian akan diturunkan untuk menjaga keamanan. “Agar perayaan berlangsung secara khidmat,” katanya.
Ketua Panitia Natal Gereja Maria Bunda Karmel Kristianto mengaku, akan melaksanakan misa malam Natal dua kali. Jumat (24/12), misa pertama pukul 17.00 dan pada 19.30. Sementara, misa Natal pada keesokan harinya. Juga akan dilakukan dua kali. Pada pukul 07.00 dan pukul 09.00.
Gereja berkapasitas 800 jemaat ini, juga dipastikan hanya akan diisi 50 persen jemaat. Kristianto mengaku, telah menyiapkan sarana prasarana penerapan protokol kesehatan. Termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan tempat cuci tangan. “Kami pastikan jemaat akan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah jemaat yang boleh hadir saat misa hanya 400 orang,” bebernya.
Hal senada diungkapkan Pendeta Gereja Kristus Tuhan Gunawan. Pihaknya tidak menggelar perayaan yang mengundang banyak orang. Hanya melaksanakan kebaktian. Itu pun hanya dilakukan satu kali.
“Protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat. Jemaat maksimal 350 orang. Saat ini akan dibatasi 50 persen. Sehingga maksimal 150 jemaat. Kami juga atur jarak amannya,” ujar Gunawan. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin