Dari tiga insiden tersebut, kasusnya sampai kini masih diselidiki kepolisian. Polisi juga menduga, tiga insiden mobil yang terbakar dilakukan oleh pelaku yang sama.
Kanitreskrim Polsek Gading Bripka Antono mengatakan, sejauh ini dari hasil penyelidikan, pihaknya menilai bahwa sejumlah kejadian pembakaran mobil dilakukan oleh pelaku yang sudah profesional. Hal itu dinilai dari rapinya pelaku di lokasi. Minim jejak yang bisa diungkap polisi.
“Rapi sekali. Waktu kejadiannya, saat tidak ada orang atau saksi mata. Saat dini hari. Mulai rentang waktu sekitar pukul 02.00-03.00. Diduga pelaku yang sama pada setiap kejadian ini,” katanya, Selasa (14/12).
Selain kerapian dalam melancarkan aksinya, dari sejumlah barang bukti (BB) yang diamankan pihak kepolisian, hampir keseluruhan sama. Antono menyebutkan, jika pelaku pembakaran menggunakan alat yang sama, yakni menggunakan botol bekas dan sejumlah alat lainnya.
“Botol bekas isi BBM di dua lokasi ditemukan. Selain itu, juga korek api dan kain bekas. Dari sini bisa terlihat bahwa apa yang digunakan sama,” bebernya.
Apakah sejumlah kejadian mobil terbakar ada kaitannya dengan gelaran Pilkades Serentak Tahap I maupun Tahap II? Soal itu, Antono menyebutkan, jika indikasi ke arah sana bisa saja terjadi. Sebab, sejumlah korban memiliki keterkaitan dengan subjek maupun pelaku pilkades.
“Bisa jadi indikasinya. Misal seperti yang di Wangkal itu kan masih memiliki hubungan dengan salah satu calon kades tahap I lalu. Sementara insiden di Desa Dandang itu adalah perangkat desa. Tapi, sejauh ini kami masih belum bisa menyimpulkan,” katanya.
Antono menyebutkan, jika pihak kepolisian saat ini masih mengalami kesulitan dalam proses penyelidikan. Sebab, minimnya saksi dan profesionalitas pelaku dalam melakukan aksinya.
“Pelaku ini lihai. Saat ini penyelidikan kami masih buntu. Bukti-bukti dan keterangan saksi terus kami kembangkan untuk nantinya bisa menemukan titik terang,” jelas Antono.
Dengan adanya sejumlah kejadian yang bisa jadi ada indikasi dengan gelaran pilkades, Antono meminta agar masyarakat dapat ikut terlibat dalam proses pengamanan dan keamanan. Terlebih di desa yang akan menyambut Pilkades Serentak Tahap II.
“Kami berharap Poskamling di desa dapat lebih diaktifkan lagi. Tentu dengan dukungan masyarakat, kejadian tindak pidana dapat dicegah,” pintanya.
Sebelumya, sejumlah mobil terbakar terjadi empat kali. Tiga insiden terjadi di Gading dan satu di wilayah Sukapura.
Rinciannya, pada Minggu (31/10) pukul 02.00, mobil Daihatsu Xenia bernopol P 1804 KA milik Saiful Ansori, 43, warga Desa Dandang, Gading. Kedua, pada Senin (6/12) pukul 01.30, mobil jenis Daihatsu Sigra bernopol N 1504 NE milik Fauzan Adima, 29, warga Desa Wangkal, Gading, terbakar saat diparkir di carport.
Kemudian insiden ketiga pada Sabtu (11/12) pukul 03.00. Sebuah mobil sedan jenis Honda Civic tahun 1994 bernopol N 1590 NM warna ungu, terbakar. Mobil itu milik Rudi Hartono, 29, warga RT 19/RW 2 Dusun Kedung Jangkar, Desa Ranuwurung, Kecamatan Gading.
Dari dua insiden terbakarnya mobil di Wangkal dan Ranuwurung, diindikasi kuat disengaja. Sebab, di lokasi kejadian ditemukan botol bekas yang di dalamnya berisi sisa bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Bahkan, di Ranuwurung, polisi menemukan botol berisi Pertalite yang masih penuh.
Atas kejadian tersebut, semua korban berharap pelakunya bisa diungkap polisi. Namun, tidak semua korban menganggap, insiden tersebut berkaitan dengan pesta demokrasi di desa alias pilkades. Para korban juga belum mengungkap, apakah sebelumnya pernah memiliki masalah yang berujung dendam.
Seperti yang diungkapkan Saiful Ansori, warga Desa Dandang. Dia mengatakan, jika dirinya merasa tidak memiliki masalah dengan siapapun perihal kejadian mobil terbakar miliknya.
"Tidak pernah punya masalah dengan siapa-siapa. Bahkan, saat bertugas (pelayanan desa) saya lakukan apa adanya, tidak ada yang di tambah-tambahi maupun dikurang-kurangi. Mungkin sudah cobaannya," kata pria yang juga perangkat desa tersebut.
Sementara itu, Agus Edi Wijaya, 36, salah satu perangkat Desa Ranuwurung menyebutkan, insiden terbakarnya mobil milik warga di desanya, kemungkinan kecil berkaitan dengan pilkades. Meski korban yakni Rudi Hartono yang mobilnya terbakar punya hubungan dengan saudara dengan salah satu calon kepala desa.
"Memang (Rudi, Hartono, Red) keponakan salah satu calon. Hanya saja korban ini tidak neko-neko, sama seperti masyarakat pada umumnya. Untuk keterkaitan perihal politik pilkades, juga tidak sepertinya," beber Agus Edi Wijaya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin