Seperti diungkapkan Nabila, 26, warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Menurutnya, mati lampu di sejumlah kelurahan di Kecamatan Kademangan sering terjadi. Yang membuat sejumlah warga jengkel, karena hampir setiap hari terjadi.
“Sering. Seminggu terakhir ini sering mati lampu. Dan, itu berturut-turut. Dalam sehari bisa dua hingga tiga kali. Saya pikir cuma di Kelurahan Ketapang. Saat saya ke rumah teman di Kelurahan Sukabumi, rupanya juga sama. Mati lampu,” ujarnya, kemarin (07/11).
Perempuan berjilbab ini mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan jika akan terjadi pemadaman. “Yang saya ketahui jika padam, artinya ada masalah atau trouble. Meski bukan di daerah kami, namun di daerah satu jalur, maka kami juga terdampak. Tapi, mengapa sering terjadi?” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Misnari, 45. Warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, ini mengatakan, aliran listrik PLN di sejumlah kelurahan di Kecamatan Kademangan, sering terjadi. Seperti terjadi Sabtu (06/11). Saat itu, terjadi mati lampu tiga kali, siang, sore, dan malam.
“Saya kan jual masakan. Jika sering mati listrik begini, ikan dan sayuran di freezer bisa rusak. Apalagi, ketika mati lampu malam hari, anak saya tidak bisa tidur jika kipasnya tidak nyala. Akhirnya, terpaksa saya kipas dan saya yang tidak tidur,” jelasnya.
Perempuan tiga anak itu beharap ada solusi terkait permasalah pemadaman ini. Karena, beberapa bulan lalu juga sering terjadi pemadaman. “Harus ada cara lain. Misalkan, ada pengalihan jaringan jika ada pemadaman,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Unit PLN Probolinggo Faizal Reyhan membenarkan jika sering terjadi pemadaman lilstrik. “Seperti semalam, terjadi pemadaman disebabkan gangguan. Material kami yang breakdown seperti hang isolator dan kebetulan posisi feeder atau penyulang kami doubel circuit (atas bawah),” ujarnya.
Sebenarnya, kata Faizal, yang terganggu jalur menuju Pelabuhan. Tetapi, dikarenakan doubel circuit, demi keamanan petugas saat melakukan penggantian, maka aliran listriknya dipadamkan. Jalur terdampak pemadaman itu adalah jalur Pilang, Ketapang, Banjarsari, dan Bayeman.
“Biasanya sehabis kemarau panjang lalu memasuki cuaca hujan. Ada beberapa material yang kami break down. Kami tetap berupaya meminimalisasi padam yang disebabkan gangguan. Kami juga sudah terjunkan tim tambahan untuk pengamanan jaringan dari sentuhan pohon di musim hujan ini,” jelasnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin