Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sering EWS itu error. Kadang, tiba-tiba berbunyi dan lampunya menyala merah. Padahal, tidak ada KA yang melintas. Tak ayal, membuat arus lalu lintas terganggu. Bahkan, sering terjadi sebaliknya. EWS-nya tidak berfungsi. Padahal, saat itu ada KA yang akan melintas.
“Saya sering kenak prank kalau lewat perlintasan rel KA di Jalan Sunan Muria, Kebonsari Wetan itu. Lha wong tidak ada kereta mau lewat, tapi EWS-nya berbunyi. Akhirnya, kendaraan semua berhenti nunggu kereta lewat. Ditunggu lama, ternyata tidak ada kereta lewat,” ujar warga Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, Umam, 30.
Keluhanan serupa disampaikan Suhud, 60, warga Kelurahan Kebonsari Wetan. Ia mengatakan, kondisi jalan di perlintasan rel KA itu terdapat lubang cukup dalam. Pengguna jalan, terutama pengendara motor, kerap berebutan melintasi jalan sisi utara yang lebih baik. Meski melaju arah timur. Akibatnya, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Karena jalannya berlubang, biasa milih jalan yang aspalnya masih bagus. Kalau pas ramai, mau tidak mau lewat jalan lubang besar itu dan rawan jatuh. Sekarang sudah mendingan, karena oleh warga diuruk dengan bongkaran bata,” katanya.
Pelaksana Harian Manager Humas Daop 9 Jember Tohari mengatakan, terkait rambu EWS dan kondisi jalan di perlintasan KA menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub). “Coba saya koordinasikan dengan Dishub,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, setelah dicek, EWS di perlintasan KA itu milik Dishub Provinsi Jawa Timur. Ia mengaku sudah melaporkan kerusakannya. Tetapi, ternyata tahun ini belum ada anggaran perawatan.
“Ngapunten (maaf) setelah kami cek, EWS di Jalan Sunan Muria, itu milik Dishub Provinsi Jatim. Bukan Dishub Kota. Kami sudah laporkan kejadian-kejadian ini,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin