Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hadapi La Nina, Empat EWS di Kab Probolinggo Justru Rusak

Jawanto Arifin • Minggu, 7 November 2021 | 20:01 WIB
SIDAK: Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko saat mengecek peralatan yang ada di BPBD. (Foto: Kominfo Kabupaten Probolinggo)
SIDAK: Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko saat mengecek peralatan yang ada di BPBD. (Foto: Kominfo Kabupaten Probolinggo)
DRINGU, Radar Bromo - Kesiapsiagaan penanganan bencana di Kabupaten Probolinggo, layak disoroti. Menghadapi peralihan musim yang rawan bencana banjir, ternyata empat alat EWS (early warning system) deteksi ketinggian sungai di Kabupaten Probolinggo, dalam kondisi rusak. Dengan kondisi itu, harus mengandalkan sistem manual untuk melaporkan ketinggian air sungai.

Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Rahmad Waluyo melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Sugeng S. Yoga menjelaskan, pihaknya sudah menerima informasi dari Pemprov Jawa Timur tentang bahaya fenomena La Nina. Dan sarana prasarana BPBD sudah disiapkan untuk menghadapi bencana.

“Secara personal dan peralatan, kami sudah siap untuk melakukan penanganan bencana. Namun, kami tetap berharap dan berdoa tidak sampai terjadi bencana di Kabupaten Probolinggo. Jika pun terjadi, semoga bisa diantisipasi dan tidak ada korban,” katanya.

Kabupaten Probolinggo menurut Sugeng, saat ini memilih empat EWS alat deteksi ketinggian air sungai. Namun, keempat alat itu rusak dan saat ini sedang diperbaiki.

Karena itu, EWS ini tidak bisa dimanfaatkan. Pihaknya pun sudah koordinasi dengan tim-tim di lapangan untuk menggunakan sistem laporan manual. Artinya, laporan kenaikan ketinggian air sungai dilakukan secara manual.

”Untuk EWS deteksi ketinggian air sungai masih rusak, perbaikan belum selesai. Sekarang kami mengandalkan laporan ketinggian air sungai secara terus menerus dengan manual,” terangnya.

Sementara itu, Plt Bupati Timbul Prihanjoko mengatakan, BPBD harus selalu siap siaga pada fenomena La Nina. Termasuk dengan segala penangannya. Sebab, La Nina merupakan anomali iklim global yang dapat memicu peningkatan curah hujan hingga terjadinya bencana hidrometeorologi.



“Karena itu saya melakukan sidak untuk mengecek peralatan di BPBD yang tersedia. Apakah benar-benar siap dan apa kekurangan yang menjadi kendalanya. Karena bencana itu tidak direncanakan dan bencana terjadi sewaktu-waktu. Jadi, BPBD harus siap menangani jika sewaktu-waktu bencana terjadi,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim menyayangkan EWS alat deteksi ketinggian sungai yang rusak. Sebab, alat itu sebagai upaya pertama antisipasi terjadinya bencana banjir. Apalagi, tahun lalu Kabupaten Probolinggo sempat banjir berkali-kali.

”Harusnya lebih memperhatikan kebutuhan alat yang memang harus mendesak untuk pencegahan dan antisipasi bencana itu. Sehingga, dapat mencegah terjadinya korban saat bencana itu memang harus terjadi,” katanya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin
#ews #kabupaten probolinggo #la nina #waspada bencana #early warning system