Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kekosongan BBM jenis Pertalite dan Pertamax itu terjadi sejak Selasa (26/10) pagi di sejumlah SPBU. Dan hingga kemarin sore, BBM jenis Pertalite dan Pertamax masih kosong. Seperti yang terjadi di SPBU Sukoharjo Kota Probolinggo.
”Pertalite dan Pertamax habis mulai kemarin. Sampai sekarang (kemarin, Red) belum datang pengiriman dari Pertamina,” kata salah satu petugas SPBU Sukoharjo.
Hafidhoh, 23, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, adalah salah satu pembeli yang kehabisan BBM kemarin. Dia pun mengaku kebingungan. Sebab, sudah dua hari BBM Pertalite dan Pertamax kosong. Bahkan, BBM di penjual eceran pun banyak yang kosong.
”Saya kemarin (Selasa, Red) ke SPBU, ternyata BBM habis. Saya pikir hari ini (kemarin, Red) sudah datang. Ternyata masih habis. Padahal bensin motor saya sudah hampir habis,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Arya Yusa Dwicandra saat dikonfirmasi tidak menampik terjadinya kekosongan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di sejumlah SPBU. Penyebabnya, karena terlambatnya penyaluran.
Selama beberapa hari, menurutnya, pihaknya mengoptimalkan penyaluran solar di wilayah Probolinggo. Sehingga ada rentang waktu penyaluran yang dibutuhkan untuk mendistribusikan produk lainnya.
”Dalam waktu dekat kami berharap semua akan kembali normal seperti sedia kala. Perkiraan kami di minggu ini optimalisasi penyaluran dan minggu depan kondusif. Yang penting masyarakat tenang dan tidak terjadi panic buying,” katanya.
Selain itu, dikatakan Arya, terjadi peningkatan konsumsi jenis Pertalite dan Pertamax dalam beberapa bulan terakhir. Pertalite misalnya, rata-rata tiap bulan sebanyak 2.845 kiloliter. Seperti bulan Mei–Juli.
Namun, di bulan Agustus–Oktober naik menjadi 4.829 kiloliter. Artinya, terjadi kenaikan 70 persen untuk Pertalite.
Sedangkan Pertamax, rata-rata pada Mei–Juli 1.169 kiloliter. Dan pada bulan Agustus–Oktober konsumsi mencapai 1.807 kiloliter. Dengan demikian, ada kenaikan 55 persen.
”Memang ada kenaikan (konsumsi) juga. Tapi ini informasinya memang sedang optimalisasi penyaluran. Mohon maaf jika ada keterlambatan penyaluran,” terangnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin