Tukang becak itu diketahui bernama Mat Hari, 60, asal Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia memiliki riwayat sakit diabetes.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Mat Hari mendadak ambruk sekitar pukul 11.30. Musrofa, 44 rekanya asal Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo menerangkan, saban harinya, Mat –sapaan akrabya- jarang pulang dan tidur di rumahnya. Mat lebih sering tidur di atas becaknya sembari menunggu penumpang yang ada di sekitar pasar.
Tak jarang pula, Mat juga mengumpulkan barang bekas untuk dijual. “Jarang pulang memang. Apalagi, biasanya aktivitas pasar malam hingga dini hari,” beber Musrofa.
Sekitar pukul 11.30, Mat yang biasa nongkrong di samping becaknya tiba-tiba kejang dan tumbang. “Sepertinya penyakitnya kambuh, dia punya penyakit diabetes. Makanya, bagian tangan dan kakinya rusak (luka parah) seperti itu. Dulu, istrinya juga sama (kena diabetes) dan meninggal terlebih dahulu. Makanya dia (Mat) jarang pulang,” jelas Musrofa.
Tak berselang lama, Mat diketahui meninggal. Selang beberapa menit, petugas yang membawa satu unit mobil ambulans tiba di lokasi. Selanjutnya Mat diangkut dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Moh Saleh.
“Melihat kondisinya, yang bersangkutan kena diabetes. Meninggalnya apakah penyakitnya atau lainya, itu harus didalami lagi. Yang jelas, selang satu jam usai dibawa ke kamar mayat, ada pihak keluarga yang datang dan membawanya pulang untuk dimakamkan,” beber Wasis Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr Moh Saleh. (rpd/mie)
Editor : Muhammad Fahmi