Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bromo lewat Probolinggo Masih Tutup, Buka Akses ke Cemoro Lawang

Jawanto Arifin • Senin, 6 September 2021 | 18:00 WIB
JALUR BROMO: Lalu lintas di alan di Ngadisari menuju lautan pasir Bromo beberapa waktu lalu. Selama lima tahun ke depan, pemeliharaan jalan ini akan ditangani Pemkab Probolinggo. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
JALUR BROMO: Lalu lintas di alan di Ngadisari menuju lautan pasir Bromo beberapa waktu lalu. Selama lima tahun ke depan, pemeliharaan jalan ini akan ditangani Pemkab Probolinggo. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
SUKAPURA, Radar Bromo - Pemkab Probolinggo belum membuka tempat wisata di Kabupaten Probolinggo. Namun, kini masyarakat masih bisa menikmati pemandangan kawasan Bromo. Karena, akses dari Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, sudah dibuka untuk umum.

Hanya saja masyarakat tetap dilarang masuk ke lautan pasir Bromo ataupun ke puncak Seruni Point Sukapura. Dibukanya kawasan Cemoro Lawang di luar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diharapkan dapat mulai menumbuhkan perekonomian.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaludin mengatakan, jika jalur itu dibuka dipastikan akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat di sektor wisata. Sebelumnya, tidak hanya menutup pintu masuk wisata kawasan Bromo, tetap akses menuju ke Cemoro Lawang juga ditutup.

“Saya memang berharap akses menuju Cemoro Lawang itu dibuka. Meski wisata Bromo dan Seruni Point ditutup, pengunjung masih bisa datang menikmati wisata alam Bromo dari sekitar Cemoro Lawang,” katanya, kemarin.

Sesepuh Tengger yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo, merestui pembukaan akses menuju Cemoro Lawang. Tetapi, pengunjung hanya bisa mengakses Dusun Cemoro Lawang. Di antaranya, di kawasan Mentigen dan depan hotel Lava View. Sementara, untuk ke lautan pasir dan Seruni Point, tetap ditutup.

“Cemoro Lawang sudah dibuka dan masyarakat bisa naik menikmati alam Bromo. Tapi, tetap tidak boleh turun ke lautan pasir atau masuk ke Seruni Point. Karena, wisata memang belum dibuka,” ujarnya.

Supoyo menambahkan, dibukanya akses ke kawasan Cemoro Lawang, merupakan bagian dari upaya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Mengingat, dampak penutupan wisata di Kabupaten Probolinggo dan Bromo, sangat berdampak pada ekonomi sektor pariwisata.

“Upaya kami sudah lakukan mulai dari vaksin yang sudah 100 persen hingga pencegahan Covid-19 dengan prokes ketat,” ujar pria yang merupakan suami Kepala Desa Ngadisari Sri Wahayu tersebut.



Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, sejauh ini belum ada kebijakan pembukaan tempat wisata di Kabupaten setempat. Termasuk wisata Bromo dan Puncak Seruni Point.

Namun, kata Sugeng, jika ada masyarakat yang datang untuk menikmati keindahan alam Bromo dari Cemoro Lawang, diperbolehkan. Karena, memang tidak masuk tempat wisata. “Kalau ke Cemoro Lawang saja dan menikmati alam Bromo di sana, tidak apa-apa. Terpenting tidak turun ke lautan pasir atau naik ke Puncak Seruni Point,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin
#bromo ditutup #gunung bromo