Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Suami yang Terseret Truk Tewas, Polisi: Akibat Terobos Lampu Merah

Jawanto Arifin • Kamis, 26 Agustus 2021 | 12:00 WIB
USAI KEJADIAN: Pasutri yang terlibat kecelakaan di Jalan raya Bromo, Selasa (24/8) malam, saat dirawat di RSUD Moh Saleh. Inset, motor yang dikendarai pasutri dievakuasi. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
USAI KEJADIAN: Pasutri yang terlibat kecelakaan di Jalan raya Bromo, Selasa (24/8) malam, saat dirawat di RSUD Moh Saleh. Inset, motor yang dikendarai pasutri dievakuasi. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
KADEMANGAN, Radar Bromo - Insiden kecelakaan yang melibatkan pasangan suami istri (Pasutri) asal Jalan Ikan Kakap akhirnya menimbulkan korban jiwa. Setelah kecelakaan terseret truk di Jalan raya Bromo atau di Ketapang, sang suami akhirnya meregang nyawa setelah 4 jam dirawat di rumah sakit. Dari hasil penyelidikan polisi, insiden itu terjadi karena motor yang dikendarai pasutri menerobos lampu merah.

Sang suami yang meninggal adalah Firman Hadi Sahputra, 26. Dia meninggal setelah sempat dirawat di RSUD Moh Saleh Kota Probolinggo. Sementara istrinya Dewi Aisyatun Nafisyah, 23, tengah menjalani perawatan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 22.15. Malam itu Firman Hadi Sahputra, dan Dewi Aisyatun Nafisyah, berboncengan dengan mengendarai Yamaha Mio bernopol N 4405 QC. Keduanya melaju dari arah utara.

Saat sampai di lokasi kejadian, mereka hendak menyeberang ke arah barat. Diduga keduanya menerabas traffic light yang saat itu masih menyala merah. Di saat bersamaan, ada mobil Honda CRV bernopol L 1257 CG yang dikemudikan Mahfud, 60 asal Pasuruan. Versi lain menyebutkan, mobil CRV hendak menyalip kendaraan yang ada di depannya.

“Mobil CR-V melaju dari arah selatan ke utara. CR-V itu hendak menyalip truk trailer bermuatan triplek. Setelah menyalip, mobil itu menabrak motor hingga dua pengendara motor terpental,” ujar Samsul, 37, warga setempat.

Motor korban langsung terseret truk nopol N 7980 UQ yang disopiri Vidiyanto, 33, warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. “Meski motornya terlindas truk, korban tak sampai tertabrak dan terlindas truk,” imbuh Samsul.

Di sisi lain, Yanto sopir truk menerangkan bahwa peristiwa itu begitu cepat terjadi. Menurutnya, pemotor itu tiba-tiba tertabrak mobil HRV yang mendahuluinya. Namun akibat jarak yang dekat, maka dia tidak bisa menghindar. Sehingga motornya dan juga pasangan suami istri itu masuk ke kolong truknya. Beruntung pasutri itu tak sampai terlindas.



“Truk bermuatan triplek ini dari Lumajang mau ke Surabaya. Baru saja mau berangkat dari rumah (Triwung, Red). Nah tiba-tiba ada kecelakaan. Pengendara CR-V itu sempat kabur, jadi olah warga dikejar dan diamankan,” tambahnya.

Sementara Mahfud, sopir mobil CR-V yang diamankan di Pos Ketapang mengaku bahwa saat itu warga ada yang bilang berteriak bunuh-bunuh. Karena khawatir, dia akhirnya mengamankan diri ke Poslantas tersebut.

“Bukan lari. Tadi di belakang itu ada yang teriak bunuh-bunuh-bunuh. Karena takut, saya mencari pengamanan. Makanya ada di pos ini,” katanya saat ditemui di Poslantas.

Kanitlaka Satlantas Polresta Ipda M Rizal membenarkan kecelakaan yang mengakibatkan tiga kendaraan tersebut. Semua pihak sudah diamankan. Polisi juga sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, pengendara motor menerobos lampu merah saat melaju dari arah timur menuju barat. Bukan dari utara belok ke barat. Selain itu dilakukan perawatan di Puskesmas Ketapang, keduanya dirujuk ke RSUD Moh Saleh. Sayangnya saat dalam perawatan, sang suami menghembuskan nafas terakhir.

“Jadi, selang 4-5 jam saat keduanya dirujuk ke RSUD Moh Saleh, korban yang pria meninggal. Sementara sang istri, infonya dirujuk ke Wonolangan. Korban terluka bagian kepala. Jadi ada semacam gumpalan di kepala,” tegas Ipda Rizal. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin
#kecelakaan probolinggo #kecelakaan kademangan