Avrilia mengembuskan napas terakhir, Selasa petang (10/8). Dengan begitu, jumlah korban meninggal kecelakaan maut itu jadi 3 orang. Yakni bapak dan dua anaknya yang dibonceng.
”Iya mas, korban kecelakaan yang anak perempuan (Avrilia Wijayanti, 12) juga meninggal. Memang sempat dirawat di IGD, tapi tidak lama meninggal juga,” kata Wasis, petugas kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Iptu I Nyoman Harayasa saat dikonfirmasi membenarkan korban meninggal bertambah. Sehingga, tiga orang yang naik motor Suzuki tersebut meninggal semua. Dua meninggal di lokasi kejadian dan satu meninggal di rumah sakit.
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/10/08/2021/tertabrak-pikap-di-jorongan-leces-bapak-anak-meninggal/
Ditanya soal status sopir pikap yang diduga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan maut, Kanit Laka menerangkan, Taufiq Hidayat, 30, sang pengemudi mobil pikap asal Kelurahan/Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo masih dalam proses pemeriksaan.
Tidak menutup kemungkinan, sopir pikap itu bakal menjadi tersangka. Namun, pihaknya masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dengan meminta keterangan saksi-saksi.
”Kami masih proses usaha mencari saksi-saksi untuk dimintai keterangan mas. Proses penyelidikan juga harus kumpulkan keterangan dari saksi saat kejadian,” terangnya.
Diketahui, Selasa sore (10/8), terjadi kecelakaan maut di jalan raya Jorongan, Leces. Bapak dan dua anaknya yang tengah mengendarai motor, tertabrak mobil pikap dari arah berlawanan. Diduga, mobil pikap itu melaju terlalu mengambil haluan ke kanan. Sehingga, menghantam motor Suzuki yang dikendarai korban.
Akibat kecelakaan itu, Anas Wijayanto, 38, dan anaknya, Muhammad Fariz Maulana, usia 3 tahun meninggal di lokasi kejadian. Sementara sang putri yang dibonceng belakang akhirnya ikut meninggal setelah sempat dirawat di IGD RSUD.
Sekeluarga itu berasal Desa Warujinggo Rt 06 /Rw 01 Kecamatan Leces. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi