Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berburu Foto di Air Terjun Ngepung, Remaja Tewas Terperosok ke Jurang

Muhammad Fahmi • Senin, 9 Agustus 2021 | 00:37 WIB
NAHAS: Petugas saat mengevakuasi jenazah Diko Ismi Arjunatama yang jatuh dari jurang sedalam sekitar 45 meter.
NAHAS: Petugas saat mengevakuasi jenazah Diko Ismi Arjunatama yang jatuh dari jurang sedalam sekitar 45 meter.
SUKAPURA, Radar Bromo-Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Probolinggo masih ditutup karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun empat remaja ini nekat wisata. Agenda jalan-jalan mereka pun berujung tragedi. Satu remaja tewas usai terperosok jurang sedalam sekitar 45 meter.

Korban tewas itu diketahui bernama Diko Ismi Arjunatama, 21, asal RT 001 RW 003 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia terperosok jurang saat mencari spot foto di air terjun Tribang Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Informasi yang dihimpun, korban Diko jalan-jalan bersama tiga rekannya. Visqa, Hafid Firmansyah dan Eric. Sekitar pukul 09.00, mereka pergi ke wisata air terjun Triban Ngepung, Sukapura.

Pintu masuk ke wisata itu ditutup. Tapi, korban dan tiga kawannya yang masih seumuran, nekat mencari jalan lain. Melalui jalan setapak di kawasan Hutan Lindung.

Mereka awalnya mengendarai motor. Lalu, menitipkan motornya ke rumah warga. Setelah melalui jalan setapak di kawasan Hutan Lindung, mereka tiba di atas air terjun sekitar pukul 09.30.

”Wisata itu sebenarnya sudah ditutup. Tapi korban dan temanya mencari jalan setapak lewat kawasan Hutan Lindung untuk mencari spot foto,” kata Kanit Reskrim Polsek Sukapura Bripka Xena saat mendampingi kapolsek setempat.

Setelah melalui jalan setapak dan sampai di atas air terjun, tidak ada pembatas pagar pengaman. Kemudian korban Diko, meminta ketiga temannya berhenti dan menunggu.

Diko lalu berinisiatif mencari jalan. Melihat ada jalan setapak di depan batas jalan yang tidak ada pengamanya, korban Diko mencoba untuk melewatinya. Dengan meloncat ke jalan setapak itu. Namun nahas, berat badan Diko serta struktur tanah yang gembur, membuat tak bisa menopang tubuh korban.

Diko akhirnya terperosok ke dalam jurang setinggi 45 meter.

”Korban ini tidak mengenal medan lokasi atas air terjun. Korban yang berusaha di depan mencari jalan, ternyata terperosok dan jatuh ke juran sedalam sekitar 45 meter,” terangnya.

Kanit reskrim menambahkan, melihat korban Diko terjatuh, ketiga teman Diko mencoba menolongnya. Akan tetapi dikarenakan tebing yang sangat curam, ketiga teman korban tidak berani untuk turun.

Teman Diko lalu meminta tolong kepada warga setempat untuk mengevakuasi korban. Hingga akhirnya, warga pun melaporkan kejadian itu ke Polsek.

“Korban meninggal di lokasi kejadian.  Korban alami kaki kiri paha patah, pergelangan tangan kanan patah dan luka dalam. Akibat tubuh terbentur batu di dasar tebing setinggi kurang lebih 45 meter, membuat korban Diko alami luka dalam dan meninggal,” ungkapnya. (mas/mie)

  Editor : Muhammad Fahmi
#wisatawan tewas #wisata probolinggo