Hal itu seperti yang diungkapkan Direktur Rumah Sakit Dharma Husada, Rasyid Ahmad. Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya daya tampung rumah sakit sudah overload. Karenanya, pihaknya tidak lagi menampung pasien Covid lagi.
“Kondisi demikian (overload) bukan hanya terjadi di rumah sakit di Kota Probolinggo. Namun, juga di sejumlah rumah sakit di daerah lain,” ujar Rasyid Ahmad, Selasa (13/7).
Menurutnya, kapasitas ruang isolasi di Dharma Husada sebanyak 8 orang. Namun, kini diisi 23 orang. Selain itu, kendalanya adalah kurangnya pasokan oksigen. Karenanya, rumah sakit tidak bisa lagi menampung pasien korona.
“Kami punya link dengan sejumlah rumah sakit di daerah lain yang masih bisa terjangkau. Sehingga, jika ada pasien yang masuk, petugas jaga akan berkoordinasi dengan rumah sakit lain yang masih bisa menerima. Seperti kemarin, kami arahkan ke RS Bangil,” jelasnya.
Suply tabung oksigen, menurunya, juga tidak nututi. Sebab, kebutuhannya juga meningkat. Bila biasanya setiap hari hanya butuh antara 25 sampai 30 tabung, kini Dhama Husada memerlukan sekitar 42 tabung.
Ia berharap kondisi ini segera berakhir. Mengingat, dampaknya sangat fatal. Ia mengaku juga merasa kelelahan. Baik dari segi pelayanan, termasuk dari segi pembiayaan. “Melelahkan. Semuanya lelah. Petugas medisnya lelah, termasuk uangnya juga lelah. Karena dari Kemenkes juga belum dibayar,” ujar Rasyid.
Tak hanya di Dharma Husada, infomasinya di RSUD dr. Mohamad Saleh, juga semakin banyak pasien korona. Namun, belum diperoleh informasi resmi terkait apakah juga overload atau tidak. Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Abraar HS Kuddah, belum berhasil dimintai keterangan. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin