Temuan itu diungkap oleh Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB Trowulan) Jawa Timur. Pamong BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said mengatakan, proses ekskavasi sudah dilakukan selama lima hari. Selama itu dilakukan penggalian.
Ternyata, struktur bangunan itu merupakan batu andesit. Dilihat dari bentuk strukturnya, diperkirakan bangunan suci. “Tapi, belum tahu pastinya. Harus digali lebih dalam lagi. Masih perlu kajian lebih lanjut,” ujarnya, kemarin.
Said menambahkan, melihat prasasti Sapikerep yang pernah ditemukan dan kini sudah berada di Museum Provinsi Jatim, bangunan di kebon stroberi itu diperkirakan peninggalan kerajaan Singosari.
“Tapi, itu seandainya terkait. Jadi, masih dugaan. Jarak prasasti yang ditemukan hanya 10 meter dari lokasi sekarang. Untuk memastikan itu perlu kajian lebih dalam lagi,” jelasnya.
Fungsi batu itu, kata Sadi, belum diketahui. Namun, ia memastikan batu andesit dengan bentuk seperti itu, biasanya digunakan untuk bangunan suci. Bentuknya persegi empat dan badannya slim.
Said mengaku, berencana menggali lebih dalam dan luas. Tujuannya, membuka secara utuh bangunan kuno tersebut. ”Jika nanti ada panggilan dari pemkab untuk turun kembali, kami mau lihat lokasi sekitar dan kemungkinan ada temuan lain,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin