Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cegah Premanisme, Amankan 9 Anjal di Randu Pangger-King

Jawanto Arifin • Selasa, 15 Juni 2021 | 16:40 WIB
DIAMANKAN: Sejumlah anjal diamankan Satlantas Polres Probolinggo dari Pertigaan King, Kota Probolinggo, Senin (14/6). Mereka dibawa ke Mapolresta untuk dibina. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
DIAMANKAN: Sejumlah anjal diamankan Satlantas Polres Probolinggo dari Pertigaan King, Kota Probolinggo, Senin (14/6). Mereka dibawa ke Mapolresta untuk dibina. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
MAYANGAN, Radar Bromo - Aksi premanisme menjadi perhatian serius di semua daerah. Termasuk di Kota Probolinggo. Kemarin (14/6), Satlantas Polres Probolinggo Kota, menyisir sepanjang Jalan Raya Kota Probolinggo, sebagai upaya mencegah aksi premanisme.

Hasilnya, ada 9 orang anak jalanan (anjal) yang biasa mangkal di persimpangan jalan diamankan. Sebagian dari mereka masih di bawah umur.

Pertama, petugas menuju simpang empat Randu Pangger dan pertigaan Jalan Raya Wiroborang. Di sana, petugas mengamankan seorang anjal. Namun, sejumlah orang terlihat menghindari petugas.

Razia dilanjutkan ke Jembatan Kedungasem, Kota Probolinggo, karena ditengarai ada aksi premanisme. Namun, sesampai di lokasi tidak menemukannya. Petugas bergeser ke Simpang Tiga King, Kota Probolinggo. Di sana, petugas mengamankan 8 orang. Sebagian masih di bawah umur.

Sembilan orang itu pun dibawa ke Mapolres Probolinggo Kota, untuk dibina. Usai mendapatkan pengarahan, mereka mendapatkan pelatihan keselamatan di jalan raya. Dengan harapan, mereka dapat menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas).

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslan mengatakan, razia premanisme ini sebagai bentuk upaya preventif pencegahan pemalakan di jalan raya Kota Probolinggo. Mereka yang ditengarai mengarah pada premanisme diamankan untuk dibina.

“Mereka yang biasa di tepi jalan raya meminta dengan cara paksa itu termasuk pemalakan dan premanisme. Untuk itu, kami lebih pada preventif mencegah premanisme terjadi,” katanya.

Roni mengatakan, pembinaan dan pelatihan diberikan kepada mereka yang sudah dewasa. Karena anak di bawah umur belum boleh bekerja. “Kami berikan pelatihan, terutama untuk keselamatan mereka sendiri di jalan. Nanti mereka juga bisa diperbantukan menjadi supeltas,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin
#premanisme kota probolinggo #Polres Probolinggo Kota #anjal kota probolinggo