Ternyata, hewan beracun itu bersarang di rumah Zainul, 45. Saat itu, ada 5 personel damkar yang turun. Mereka menggunakan mobil rescue. “Ada laporan langsung kami tidak lanjuti. Sekitar pukul 16.30, kami tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehuddin.
Di lokasi, tim melakukan identifikasi wilayah dan titik sarang tawon. Rumah Zainul memiliki 5 ruangan dan berada di permukiman padat penduduk. Sementara sarang tawon berada di bawah genting rumah setinggi 3 meter. Perlu sedikit upaya keras untuk mengevakuasinya. “Sarang ada di ruang tengah. Tawon keluar masuk di ruangan itu,” ujarnya.
Menggunakan pakaian khusus, tim menaiki genting menggunakan tangga. Membuka satu per satu genting untuk memudahkan proses evakuasi. Setelah tampak jelas, sarang tawon itu dievakuasi. Dimasukkan ke dalam karung. Kemudian dipindah ke tempat yang lebih aman dan jauh dari permukiman.
“Proses evakuasi memakan waktu lama. Sarangnya berada di tempat yang tinggi dan susah dijangkau. Pukul 20.30, evakuasi selesai,” jelas Sholehuddin.
Menurutnya, pihaknya tidak serta merta mengevakuasi sarang tawon. Ada sejumlah pertimbangan. Salah satunya berada di permukiman padat penduduk. Tidak hanya meresahkan, tetapi juga akan membahayakan warga.
“Kami segera mengambil tindakan karena efek dari sengatan tawon vespa dapat membahayakan tubuh. Ditambah permukiman padat banyak anak kecil yang bermain. Khawatir tersengat,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Muhammad Fahmi