Selama 4 tahun ke depan, 9 sekolah ini akan didampingi tim dari Pemerintah Pusat dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur. Yakni, untuk menuju pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Termasuk merdeka belajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, di Jawa Timur, ada 8 daerah yang menjadi pilot project. Salah satunya Kota Probolinggo. Di Kota Probolinggo, ada 9 lembaga yang ditunjuk sebagai sekolah penggerak.
Sembilan lembaga itu, meliputi TK ABA 3 dan TK Kanigaran. Serta, SDN Sukabumi 1 dan 2; SDN Pakistaji 1; dan SD Tahfidz Bintangku. Di tingkat SMP, ada SMPN 1, SMPN 7, dan SMP Namira. Semuanya akan didampingi tim dari pusat dan LPMP Jawa Timur.
Nantinya juga akan ada pembinaan mulai dari kepala sekolah, pengawas sekolah, dan para gurunya. “Jika nantinya pilot project ini sukses, maka juga akan diterapkan di sekolah lainnya,” jelasnya.
Dengan adanya program sekolah penggerak, kata Maskur, diharapkan dunia pendidikan, khususnya di Kota Probolinggo, lebih maju dan berkualitas. “Program ini nantinya mengarah pada merdeka belajar,” ujarnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin