Pembangunan gardu pandang merupakan salah satu fasilitas pelengkap yang akan dirampungkan akhir tahun ini. Fungsinya sebagai titik pantau sekaligus fasilitas untuk menikmati panorama kawasan Gunung Bromo dan gugusan pegunungan di sekitar. Gardu pandang ini nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri di Puncak Pundak Lembu.
“Sudah kami rencanakan pembangunan gardu pandang. Fasilitas ini perlu dibangun untuk lebih memanjakan pengunjung untuk menikmati pemandangan gugusan gunung,” ujar Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto.
Tidak tanggung-tanggung, Disporaparbud telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 675 juta untuk merealisasikan pembangunan. Nominal yang gelontokan untuk mensukseskan pembangunan, lebih kecil dibandingkan prediksi sebelumnya.
Disporaparbud sempat memprediksikan pembangunan gardu pandang akan menghabiskan dana sebesar Rp 1,8 miliar. Sebab pembangunan yang dilakukan harus kokoh agar aman saat digunakan oleh pengunjung.
“Anggaran yang digunakan nantinya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pariwisata. Jumlahnya juga tidak seperti yang dihitung sebelumnya, penggunaan anggaran lebih kecil,” katanya.
Nantinya gardu pandang akan dibangun menggunakan kayu dan beton. Jika diprosentase penggunaan kayu sebanyak 60 persen dan 40 persen merupakan beton. Meskipun demikian, konstruksi tersebut juga telah diperhitungkan. Baik masa penggunaan dan tingkat keamanannya. Sehingga keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas.
Gardu pandang nantinya dibangun dengan ketinggian sekitar 2 meter. Dibangun tidak terlalu tinggi karena posisi yang sudah berada di puncak, membuat bangunan mudah diterpa angin. Sehingga jika bangunan dibuat terlalu tinggi kenyamanan pengunjung akan berkurang.
“Untuk saat ini progres sudah masuk lelang. Konstruksi bangunan memang banyak menggunakan kayu lantaran berada dikawasan Perhutani. Mewujudkan kesan menyatu dengan alam. Konsepnya nanti hampir sama seperti seruni point. Harapannya kedepan dapat menjadi salah satu wisata unggulan yang ada di Kabupaten Probolinggo,” bebernya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin