Padahal saat itu, ada KA Sri Tanjung yang melintas dari arah selatan ke utara menuju stasiun Probolinggo sudah lewat 15 menit lalu. Sirine yang menjadi penanda jika ada kereta lewat itu, terus berbunyi lantaran diduga mengalami korsleting.
Salah satu anggota Polsuska Sukimin yang kebetulan melintas di lokasi, sampai harus turun dan membantu menyeberangkan kendaraan. Sebab, akibat suara sirine yang tak kunjung berhenti itu sempat terjadi kepadatan kendaraan.
“Saat saya melintas memang ada KA Sri Tanjung. Namun setelah kereta lewat, sirinenya kok tidak kunjung berhenti. Akhirnya saya turun dari motor dan membantu agar pengendara yang berhenti tetap jalan. Sebab KA sudah lewat,” katanya.
Menurutnya sirine tersebut trobel, sehingga jeda waktu sirine berbunyi terlalu lama. Namun karena sirine tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, pihaknya hanya bisa melakukan koordinasi.
Sementara itu, Suyanto, salah satu pengendara roda dua asal Kelurahan Kebonsari Kulon yang melintas di perlintasan KA itu mengaku waswas. Pasalnya jika kendaraan dari arah barat menuju timur, maka KA tidak terlihat karena ada bangunan milik warga. Sehingga ia khawatir jika menerobos. Sementara sirinenya menyala.
“Saya tidak tahu apakah KA-nya sudah lewat atau belum. Soalnya saat saya datang sirinenya sudah nyala. Ya saya pikir ada KA. Jadi saya tunggu. Dan kendaraan yang di belakang saya juga demikian. Tapi kok lama, sementara kendaraan dari arah sebaliknya (timur ke barat) yang bisa melihat adanya KA atau tidak langsung menyeberang. Mungkin karena dilihat tidak ada KA, akhirnya macet di tengah (perlintasan),” ungkapnya.
Beruntung ada petugas polsuska yang ngatur jalan. Sehingga kendaraan bisa kembali normal. “Sudah jalannya sempit, macet, panas lagi. Akhirnya banyak yang tidak mau mengalah. Semoga diperbaiki. Jadi ketika KA sudah lewat, sirinenya langsung berhenti,” ungkapnya.
Kadishub Kota Probolinggo Agus Effendi sudah berupaya dikonfirmasi media ini. Namun yang bersangkutan belum memberi respons. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin