Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga di Ngepoh Dringu Cari Sumbangan untuk Perbaiki Jalan Rusak

Jawanto Arifin • Rabu, 7 April 2021 | 15:09 WIB
ANDALKAN PENGENDARA: Pengendara yang melintas di Jalan Desa Ngepoh di pagi hari. Nampak ada warga sekitar yang mencari sumbangan, dan dana tersebut digunakan untuk perbaikan jalan rusak. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
ANDALKAN PENGENDARA: Pengendara yang melintas di Jalan Desa Ngepoh di pagi hari. Nampak ada warga sekitar yang mencari sumbangan, dan dana tersebut digunakan untuk perbaikan jalan rusak. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
DRINGU, Radar Bromo - Jalan kabupaten di sepanjang Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, yang rusak, diprotes warga. Bentuk protes warga juga unik. Mereka melakukan perbaikan dengan swadaya hingga mencari sumbangan. Pasalnya, menunggu perbaikan dari Pemkab, tak kunjung terealisasi.

Dengan manfaatkan sumbangan dari pengguna jalan kabupaten itu, mereka pun secara swadaya tambal sulam jalan berlubang tersebut. Dana yang terkumpul, dibelikan material untuk perbaikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, jalan kabupaten Desa Ngepoh ke selatan itu, menjadi jalur alternatif akibat penutupan jembatan Kedungasem Kota Probolinggo. Kondisi itu, membuat banyak kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Tepatnya di jalan kabupaten Desa Ngepoh, terpasang papan bertulisan “Swadaya, Rakyat Peduli Jalan”

Papan triplek itu sebagai rambu peringatan bagi pengguna jalan, tengah ada pengerjaan perbaikan tambal sulam dari swadaya. Ada juga warga yang menjaga di sisi utara dan selatan, untuk mengatur buka tutup arus jalan tersebut. Sambil membawa kardus, pria itu mengatur arus kendaraan dan menjulurkan ke si sopir. Dengan harapan, ada partisipasi dari pengguna jalan yang melintas.

Saiful koordinator warga di Desa Ngepoh mengatakan, pemuda-pemuda melakukan perbaikan jalan dengan swadaya. Dia sebelumnya sudah menemui Dinas PUPR Kabupaten dan Camat Dringu, mempertanyakan kejelasan perbaikan jalan kabupaten tersebut. Namun jawaban dari mereka, perbaikan masih lama.

Photo
Photo
PASANG TANDA: Papan imbauan jalan rusak yang dipasang warga. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

”Padahal orang-orang banyak yang jatuh karena jalan rusak. Bahkan ada korban yang sampai patah tulang,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Saiful mengatakan, perbaikan tambal sulam yang dilakukan hasil dari swadaya warga. Hasil partisipasi dari pengguna jalan yang melintas cukup besar dibelanjakan bahan material bangunan (semen) untuk perbaikan jalan. Tiap kali turun perbaikan swadaya, hasil partisipasi pengguna jalan sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.

”Kami berharap, perbaikan tambal sulam dari pemerintah untuk maksimal dan tidak dikorupsi. Karena hasil pengerjaan tambal sulam dari pemerintah, masih lebih bagus hasil pengerjaan tambal sulam swadaya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Probolinggo, Asrul Bustami saat dikonfirmasi mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, anggaran terkena refocussing, pihaknya tetap upaya maksimal untuk tetap alokasikan perbaikan jalan kabupaten. Salah satunya, jalan kabupaten di ruas Desa Ngepoh dan sekitarnya.

Hanya saja, saat ini masih tahap perencanaan. ”Tetap akan kami lakukan perbaikan. Tetapi semua itu ada tahapannya. Sekarang masih tahap perencanaan,” terangnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin
#jalan rusak ngepoh #jalan rusak dringu #jalan rusak kabupaten probolinggo