Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Benahi Kerusakan Pasca-Banjir Dringu, Ajukan di BTT APBN

Jawanto Arifin • Sabtu, 13 Maret 2021 | 17:20 WIB
TINJAU SUNGAI: Anggota Komisi VIII DPR RI meninjau Sungai Kedunggaleng dari jembatan di Jalan Raya Wonolangan, Kecamatan Dringu, Jumat (12/3). Komisi VIII mendesak penggunaan BTT APBN untuk membantu pemulihan infrastruktur yang rusak. (Arif Mashudi/Radar
TINJAU SUNGAI: Anggota Komisi VIII DPR RI meninjau Sungai Kedunggaleng dari jembatan di Jalan Raya Wonolangan, Kecamatan Dringu, Jumat (12/3). Komisi VIII mendesak penggunaan BTT APBN untuk membantu pemulihan infrastruktur yang rusak. (Arif Mashudi/Radar
DRINGU, Radar Bromo - Bencana banjir di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, juga mendapat perhatian serius dari Komisi VIII DPR RI. Komisi VIII menyebut, pemulihan infrastruktur yang rusak bisa menggunakan anggaran dari belanja tidak terduga (BTT) APBN.

Karena itu, komisi VIII berjanji akan mendorong dan mendesak BNPB menggunakan BTT APBN untuk pemulihan infrastruktur. Sehingga, infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki.

Penegasan ini disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI Anisah Syakur saat meninjau lokasi terdampak banjir di Dringu, Jumat (12/3). Saat itu, sejumlah anggota komisi VIII meninjau langsung ke lokasi banjir.

Anisah menyebut, pemerintah harus segera memperbaiki infrastruktur, terutama plengsengan di Sungai Kedunggaleng. Mengingat, banyak plengsengan yang rusak dan jebol terkena banjir di sepanjang sungai Kedunggaleng.

”Kami akan berupaya mendorong melalui BNPB supaya ikut serta menangani masalah ini. Meski sudah menjadi tanggungan Pemprov Jatim, tapi tidak mustahil pemerintah pusat memberikan bantuan. Sehingga, pemulihan infrastruktur bisa segera tertangani di lokasi terdampak banjir,” katanya

Anisah lantas menjelaskan, dalam APBN ada BTT yang bisa digunakan untuk penanganan bencana. Alokasi BTT itu bisa direalisasikan ke daerah yang tertimpa bencana alam. Seperti bencana banjir di Dringu.

Anggaran BTT itu, menurutnya, bisa digunakan untuk pemulihan infrastruktur yang rusak karena banjir di Dringu. Mulai pembangunan plengsengan, normalisasi sungai, dan jembatan.

Harapannya, penanganan kerusakan bisa dilakukan secara bersama-sama. Sehingga, bisa mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir.

”Kami sudah menghubungi dan berkoordinasi dengan Kemensos dan BNPB terkait bencana banjir di Dringu ini. Respons mereka juga baik dan cepat. Saya diminta juga ikut mengawasi penyaluran bantuan dan dampak bencana itu,” terangnya.

Namun dikatakan Anisah, pemulihan infrastruktur saja tidak cukup. Masyarakat juga harus ikut serta dalam penanganan dan pencegahan bencana banjir agar tidak terjadi lagi. Mengingat, Dringu hampir tiap tahun dilanda banjir.

Salah satu caranya, dengan tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Sebab, membuang sampah di sungai bisa menghambat aliran sungai. Sehingga, bisa menyebabkan banjir. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin
#banjir probolinggo #pemkab probolinggo #btt apbn #banjir dringu #pemprov jatim