Sampai kemarin, tercatat sekitar 1.430 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir. Mereka semua diajukan dapat bantuan sembako.
Data itu merupakan hasil asesmen korban bencana banjir di Desa Kedungdalem dan Desa Dringu, Kecamatan Dringu. Total ada 1.430 KK terdampak banjir dengan jumlah warga sekitar 4.405 jiwa.
Nantinya, mereka akan dapat bantuan sembako berupa beras, minyak goreng 2 liter, dan mi instan satu kardus. Untuk beras hitungannya per jiwa 6 kg. Sedangkan bantuan minyak goreng dan mi instan hitungannya tiap KK. Sehingga, tiap KK sama-sama dapat 2 liter minyak goreng dan mi instan satu kardus.
Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo H. Tutug Edi Utomo mengatakan, penanganan pascabencana banjir sudah dibahas. Salah satunya, disiapkan bantuan sembako untuk korban bencana banjir. Tentunya, bantuan itu hanya untuk warga yang terdampak banjir.
”Hasil asesmen, data korban banjir itu ada 1.430 KK dengan jumlah warga 4.405 jiwa,” katanya.
Kemarin (8/3), Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari bersama suaminya Hasan Aminuddin yang juga wakil ketua Komisi IV DPR RI meninjau korban bencana banjir di Dringu. Bantuan sembako juga disalurkan untuk korban banjir.
”Saya dari Komisi IV DPR RI mendesak Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) agar menertibkan penebang liar di Indonesia. Termasuk menertibkan kembali pola tebang dan pola tanam. Supaya kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia benar-benar tertangani,” kata Hasan.
Mantan Bupati Probolinggo dua periode itu menegaskan, jika penebangan liar dilakukan oleh perusahaan, maka harus ditindak tegas dengan penutupan perusahaan itu. Kalaupun penebangan liar dilakukan oleh oknum masyakarat, harus diberi pembelajaran secara hukum yang ada.
"Sehingga tidak ada toleransi lagi. Karena banjir itu bukan hanya di Kabupaten Probolinggo. Melainkan hampir merata di Indonesia dan salah satunya karena penebangan liar," ungkapnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin