Aksi sosial Lazismu bersama tim relawan tidak cukup membantu warga bersih-bersih lokasi banjir. Mereka juga membagikan 50 paket sembako kepada 50 kepala keluarga yang paling parah terdampak banjir.
Melihat tingginya animo warga yang membutuhkan bantuan, Lazismu bersama Lila Catering berinisiatif menyiapkan 1.000 nasi bungkus untuk dibagikan kepada warga setiap sore. Alhasil, Gedung Graha Lila Catering, yang biasanya menjadi gedung pernikahan berubah menjadi dapur umum demi menyuplai makanan para korban banjir untuk beberapa hari ke depan.
“Musibah banjir membuat seluruh aktivitas warga terhenti. Setelah surut, mereka sibuk membersihkan rumahnya setelah terendam banjir sekitar 1-1,5 meter. Karena kotor, mereka tidak bisa memasak. Jadi, setiap hari kami bagikan 1.000 nasi bungkus untuk korban banjir,” ujar Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Ridho Pambudi, S.Pd.
Peberian 1.000 nasi bungkus gratis ini dilakukan sejak Rabu (3/3). Rencananya, aksi sosial ini akan dilakukan hingga Sabtu (7/3). “Tapi, tetap kami menyesuaikan kondisi di lapangan. Untuk dana, kami awali dari seadanya kas Lazismu Kabupaten Probolinggo. Mengingat beberapa waktu sebelumnya kas kami telah terdistribusikan ke berbagai daerah yang mendapat musibah bencana lebih dahulu,” ujar H. Ahmad Ridho.
Syukur, ternyata banyak pihak yang turut prihatin atas musibah ini dan bersedia mengulurkan bantuan. Di antaranya, ada Lazismu Nganjuk, Jombang, Banyuwangi, dan daerah-daerah lain.
Pria yang akrab disapa Kung Ridho itu mengatakan, pendistribuasian 1.000 nasi bungkus setiap hari belum cukup memenuhi semua kebutuhan korban. Karenanya, pihaknya memprioritaskan daerah-daerah terdampak yang paling parah. Sambil membuka uluran tangan para donatur, Lazismu Kabupaten Probolinggo siap menyalurkan kepada korban banjir Dringu.
“Setelah ini selesai, Lazismu dan tim relawan akan melakukan aksi sosial lagi. Yakni, penyemprotan disinfektan. Sebab, musibah banjir bukan saja merendam semua harta warga, tapi juga ada bau amis binatang yang mati di mana-mana. Dampaknya berpotensi menimbulkan penyakit. Insyaallah kami gerakkan semua. Nanti penyemprotan mulai dari selatan ke utara nanti,” ujarnya.
Pihaknya berharap semua pihak bersama-sama terlibat. Bergotong royong membantu meringankan beban korban yang terkena musibah. “Ini kemanusiaan, tidak melihat etnis, tidak melihat golongan, mari bersama-sama turun memberikan bantuan,” ajak Kung Ridho.
Sementara itu, Pemilik Lila Catering Hj. Lila Umami mengatakan, untuk kegiatan sosial, tidak ada alasan baginya untuk menolak. Meski juga jadi korban banjir hingga banyak perkakas katering yang ikut hanyut, Lila masih bersyukur. Karena hidupnya dikelilingi sahabat, teman, hingga kerabat yang baik dan selalu mendukung.
Berbekal manajeman katering profesional, memasak bersama relawan lainnya membuat 1.000 nasi bungkus setiap hari bukan hal sulit. Ia memastikan, setiap nasi bungkus yang akan dibagi-bagian berporsi jumbo. Bukan hanya mengenyangkan, tapi juga sehat. Maklum, 1 kilogram hanya dijadikan tujuh bungkus. Sebelum didistribusikan, Hj. Lila memastikan menunya enak dinikmati dengan mencicipi semua masakannya. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi