Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, banjir terjadi di Desa Dringu, Desa Kalirejo, dan Desa Kedungdalem di Kecamatan Dringu. Banjir juga melanda Desa Pajurangan, Kecamatan Gending. Ditambah Desa Sumberbulu, KecamatanTegalsiwalan dan Desa Jorongan, Kecamatan Leces.
Sebelum banjir, hujan deras turun di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu (27/2), pukul 12.00. Akibatnya, sejumlah air sungai melupas. Di antaranya, sungai Kaliprono di Desa Banjarsawah, Tegalsiwalan menuju Dam Mbok Siti di Desa Sumberbulu, Tegalsiwalan meluap.
Dua dusun di Desa Sumberbulu pun kebanjiran dan 100 KK terdampak. Yaitu di Dusun Krajan dan Dusun Tengah. Air setinggi 30 cm masuk ke permukiman.
Di Kecamatan Dringu, banjir mulai menggenangi permukiman pukul 18.00. Ditambah lagi, Sabtu malam itu kondisi air laut pasang. Ribuan rumah di tiga desa pun kebanjiran.
Di Desa Dringu, sebanyak 1.650 KK terdampak. Termasuk Balai Desa Dringu. Mereka tersebar di Dusun Gandean, Dusun Ngemplak, dan Dusun Krajan RT 01-12. Lalu di Dusun Bandaran RT 06/RW 03, sebanyak 15 KK terdampak.
Di Dusun Satrian RT 07, RT 08, RT 09/RW 04, Desa Kedungdalem, sebanyak 103 KK terdampak. Dan di Dusun Kaliamas RT 01/RW 03, Desa Kalirejo, ratusan rumah terdampak.
”Hujan semalam mengakibatkan banjir tinggi dan masuk rumah. Semua rumah di sini yang biasanya tidak kebanjiran, jadi terendam,” kata Mahfud, warga Desa/Kecamatan Dringu.
Balai Desa Dringu, tidak luput dari banjir. Minggu (28/2), tampak petugas tengah membersihkan sisa-sisa banjir. Warga pun ada yang sudah tuntas bersih-bersih rumahnya menjelang subuh.
Ada juga warga yang belum tuntas bersih-bersih sisa banjir Minggu pagi. Mengingat, sisa banjir berubah tumpukan lumpur tanah.
Kepala Bidang (Kabid) kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng S mengatakan, banjir terjadi di sejumlah desa yang akibatkan ribuan rumah tergenang air banjir.
Kondisi banjir terakhir terjadi di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Minggu dini hari, air mulai naik. ”Untuk banjir di wilayah Dringu, Tegalsiwalan dan Leces sudah surut minggu dini hari itu,” terangnya.
Enam Dusun Terendam
Di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, sebanyak 6 dusun kebanjiran setelah hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo, Sabtu (27/2). Enam Dusun itu yakni Dusun Sekolahan, Mudinan 1, Mudinan 2, Pasar, Pesisir 1, dan Pesisir 2.
Dari informasi yang dihimpun, ketinggian banjir di enam dusun itu beragam. Mulai 50 cm sampai hampir 1 meter. Bahkan, hingga Minggu pagi air belum juga surut.
“Kalau dihitung lebih dari 150 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Di Dusun Sekolahan saja 100 lebih KK,” terang bendahara Desa Pajurangan, Suharyono, Minggu (28/2).
Yon -sapaan akrabnya- menjelaskan, banjir di Pajurangan disebabkan oleh kiriman air dari selatan atau dari daerah Banyuanyar. Sehingga, sungai Banyubiru di Desa Pajurangan meluap.
“Yang parah di Dusun Mudinan dan Sekolahan. Sejak Sabtu sore, hujan turun diikuti kiriman air yang besar dari selatan. Sehingga sungai meluap dan masuk ke permukiman pukul 3 dini hari,” ujarnya.
Menurutnya, ini adalah banjir ketiga. Sebelumnya banjir terjadi karena plengsengan sungai di Dusun Pasar jebol. Setelah itu, pihak desa melakukan penanganan darurat. Di antaranya, memasang sandbag di pinggir sungai.
Meski demikian, Kades Pajurangan Agus Sunaryo bersyukur lantaran tidak ada korban jiwa selama banjir. Juga tidak ada rumah warga yang rusak.
“Alhamdulillah tidak ada rumah yang rusak atau korban jiwa. Hanya ada warga yang digigit ular. Hingga siang tadi (kemarin, red) warga masih membersihkan barang berharganya ke tempat yang lebih tinggi,” katanya. (mas/mu/mie) Editor : Jawanto Arifin