Kendaraan yang melintas di Jalan Raya Dringu pun harus berjalan pelan. Kondisi itu membuat lalu lintas padat merayap sejauh 3 kilometer. Jalanan macet mulai perbatasan Kota Probolinggo – Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Dringu sampai Pantai Bentar, Kecamatan Gending.
Banjir sendiri dipicu hujan lebat yang turun di sejumlah daerah di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Hujan turun mulai sore sampai malam. Akibatnya, sungai Kresek di Dringu meluap. Luapan air sampai ke jalan raya dan membuat jalan raya banjir.
Totok, 40, warga Dusun Grogol, Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu menjelaskan, di tempatnya hujan turun mulai pukul 13.30. Hujan lebat membuat sejumlah aliran air atau drainase tak lagi bisa menampung air.
Termasuk sungai Kresek di Desa Kalisalam, Dringu. Air sungai Kresek akhirnya melupas dan meluber ke Jalan Raya Dringu.
Banjir mencapai titik tertinggi sekitar pukul 17.00 hingga pukul 18.00. Air mencapai selutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter. Setelah itu, banjir berangsur surut.
“Karena tinggi air selutut membuat kendaraan yang melintas di Jalan Dringu macet. Masih jalan, tapi pelan sekali. Macetnya sampai 3 kilometer,” katanya.
Hal senada diungkapkan Iswanto, 35, warga Dusun Grogol yang lain. Menurutnya, luapan sungai paling besar terjadi di Desa Kalisalam dan Tamansari. Bahkan, di Tamansari sejumlah rumah penduduk yang ada di tepi jalan terendam setinggi pinggang orang dewasa.
“Kalau di sekitar jalan paling parah di Desa Tamansari. Tingginya sampai pinggang orang dewasa,” katanya.
Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi. Sebab, dua desa itu langganan banjir saat hujan lebat.
“Di dua desa ini banjir terjadi setiap tahun. Harapannya ada evaluasi, penyebabnya apa. Mungkin mengeruk drainase agar air tidak meluber ke permukiman warga,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi menuturkan, hujan deras memang terjadi sejak Kamis (28/1) siang hingga sore. Dari pantauan Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo, terdapat banjir genangan yang mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Dringu, Gending, dan Jalan Daendelss. Juga ada rumah warga yang tergenang di Dusun Grogol, Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu.
Sementara ini, menurutnya, sekitar 30–60 rumah tergenang. Kondisi ini disebabkan saluran air kurang memadai karena tersumbat sampah. Sehingga, air meluber hujan deras dalam waktu cukup lama.
“Masyarakat sudah mengantisipasi kejadian ini dengan mengamankan barang-barang berharga di tempat yang lebih tinggi dan menutup celah tempat air berpotensi masuk ke rumah. Saat ini genangan berangsur-angsur surut dan arus lalin masih tersendat,” katanya
Ia berharap masyarakat tetap mewaspadai kejadian serupa. Sebab, saat ini merupakan puncak musim hujan menurut informasi dari BMKG. (rpd/hn)
Editor : Muhammad Fahmi