“Memang untuk Jalan Semeru, ini sudah masuk dalam program peningkatan jalan, tapi kami minta dilakukan tambal sulam dari dana swakelola. Kalau menunggu proyek peningkatan jalan, dikhawatirkan menunggu lama,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto, kemarin.
Menurutnya, kondisi jalan yang sudah berlubang membahayakan pengguna jalan. Sehingga, bila menunggu pekerjaan perbaikan fisik baru bisa selesai lelang pada Juni atau Juli. “Selama itu bisa membahayakan pengguna jalan yang melintas,” ujar Agus.
Kondisi Jalan Semeru memang rusak parah. Terutama di dekat SMKN 4 Kota Probolinggo. Jalan berlubang dengan kedalaman berbeda-beda. Bahkan, oleh sebagian warga sejumlah jalan yang berlubang telah ditutup menggunakan pasir. Namun, hanya di tepi jalan. Sedangkan, di tengah tetap dibiarkan karena kedalamannya tidak sedalam di tepi jalan.
PPTK Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo Rahman Kurniadi memastikan, Jalan Semeru telah masuk dalam prioritas pekerjaan fisik jalan di tahun ini.
“Masuk dalam perbaikan kategori peningkatan jalan di tahun 2021. Namun anggaran pastinya berapa, ini yang kurang tahu. Yang lebih paham Bidang Bina Marga. Saya akan menyampaikan usulan ini untuk dilakukan perbaikan dari dana swakelola. Tapi saat ini penggunaan dana swakelola masih terkendala SIPD,” ujarnya. (put/rud) Editor : Jawanto Arifin