Karena menang terus, teman-temannya memotivasinya untuk menjadi atlet profesional. Tahun 1988, Bugiarso mencoba peruntungan dengan ke Jakarta. Dia lalu bergabung dengan (Sasana) Akas. Di sasana Akas, karir Bugiarso melejit. Dia pernah berhasil merebut juara nasional kelas bulu Jr pada 1994. Selanjutnya, sejumlah gelar lain berdatangan.
Bugiarso juga berhasil merebut sabuk juara pada kejuaraan PAN Asian Boxing Association. Ia meraih kemenangan KO (knock out) atas Alexander Park dari Rusia pada ronde 8. Ia juga beberapa kali berhasil mempertahankan sabuk juaranya dengan mengandaskan perlawanan petinju Thailand, Australia, hingga Meksiko dengan kemenangan KO.
Rekor Bugiarso cukup mentereng semasa masih menjadi atlet tinju. Dari 42 pertandingan yang dilewati, ia hanya mengalami sekali kekalahan. Dari situ, julukan The Killers pun melekat padanya.
Di tahun 2000 itu, dia pernah mendapat cenderamata dari Presiden WBA (World Boxing Association) Mendosa dari Venezuela sebagai petinju terbaik. Sebab, telah mempertahankan kejuaraan 9 kali berturut-turut. Hingga pada 2002, Bugiarso harus melepas gelarnya setelah ia mengalami kekalahan atas petinju Thailand, Yudam Rung Shid. Dia lalu gantung sarung tinju, di tahun yang sama. Saat ini Bugiarso tercatat sebagai pegawai honorer di Disporaparbud. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin