Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Di Sasana Akas, Karir Bugiarso “The Killers” Melejit

Jawanto Arifin • Kamis, 14 Januari 2021 | 13:35 WIB
Ilustrasi-Grafis: Achmad Syaifudin/Radar Bromo
Ilustrasi-Grafis: Achmad Syaifudin/Radar Bromo
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Bugiarso memang sudah belasan tahun pensiun dari dunia tinju. Dia mulai serius menekuni dunia tinju ini sejak tahun 80-an. Hal itu berawal dari keikutsertaannya di lomba tinju yang digelar PG Jatiroto, Lumajang, saat pesta giling tebu. Hadiahnya saat itu tidak seberapa. Hanya gula 25 kilogram. Bugiarso tak pernah absen untuk menang.

Karena menang terus, teman-temannya memotivasinya untuk menjadi atlet profesional. Tahun 1988, Bugiarso mencoba peruntungan dengan ke Jakarta. Dia lalu bergabung dengan (Sasana) Akas. Di sasana Akas, karir Bugiarso melejit. Dia pernah berhasil merebut juara nasional kelas bulu Jr pada 1994. Selanjutnya, sejumlah gelar lain berdatangan.

Photo
Photo
PENDAMPING: Leni Vera, istri Bugiarso saat ditemui di rumah duka, Rabu (13/1). (Foto: Rizky Putra Dinasti - Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Bugiarso juga berhasil merebut sabuk juara pada kejuaraan PAN Asian Boxing Association. Ia meraih kemenangan KO (knock out) atas Alexander Park dari Rusia pada ronde 8. Ia juga beberapa kali berhasil mempertahankan sabuk juaranya dengan mengandaskan perlawanan petinju Thailand, Australia, hingga Meksiko dengan kemenangan KO.

Rekor Bugiarso cukup mentereng semasa masih menjadi atlet tinju. Dari 42 pertandingan yang dilewati, ia hanya mengalami sekali kekalahan. Dari situ, julukan The Killers pun melekat padanya.

Photo
Photo
TAHUN 1995: Bugiarso saat melawan Akbar Maulana dari Sasana Mirah Silver Bali pada 1995 silam. Saat itu ia berhasil mempertahankan sabuk juara nasional keempat secara beruntun. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Di tahun 2000 itu, dia pernah mendapat cenderamata dari Presiden WBA (World Boxing Association) Mendosa dari Venezuela sebagai petinju terbaik. Sebab, telah mempertahankan kejuaraan 9 kali berturut-turut. Hingga pada 2002, Bugiarso harus melepas gelarnya setelah ia mengalami kekalahan atas petinju Thailand, Yudam Rung Shid. Dia lalu gantung sarung tinju, di tahun yang sama. Saat ini Bugiarso tercatat sebagai pegawai honorer di Disporaparbud. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin
#petinju probolinggo meninggal #bugiarso #the killers #bugiarso meninggal #bambang mugiarso #sasana akas #akas boxing camp