Pantai Bentar yang berada di jalur pantura digadang-gadang menjadi salah satu penyumbang PAD sektor wisata yang cukup potensial, setelah Bromo. Namun ditengah pandemi rupanya turut terdampak. Jumlah pengunjung yang datang semakin hari kian merosot. Capaian target yang telah dibebankan pun menjadi berat untuk direalisasikan.
“Bentar memiliki target yang harus dicapai Rp 326 juta. Pada bulan November lalu capaian masih Rp 280 juta. Jika dipersentase, realisasi PAD masih 86 persen,” ujar Kasi Destinasi Wisata Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Musa.
Capaian ini dirasa masih wajar karena destinasi wisata tidak dapat melakukan upaya promosi secara maksimal. Tidak hanya itu, pengurangan kuota kunjungan dari kapasitas maksimal wisatawan, juga turut menjadi kendala. Pemasukan sektor pariwisata saat ini hanya kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah yang kebetulan mampir ke pantai Bentar.
“Rata-rata yang berkunjung wisatawan lokal. Ada juga yang dari luar daerah mampir beristirahat sambil berwisata. Selebihnya sudah tidak ada,” katanya.
Musa menambahkan, momen libur Natal dan Tahun Baru sejatinya dinanti-nanti oleh pengelola wisata untuk mendongkrak jumlah kunjungan dan mengejar target. Namun tidak bisa dilakukan. Sebab ada kebijakan jika destinasi wisata dilarang untuk menggelar hiburan musik atau budaya. Serta tidak diperbolehkan untuk mengadakan pertemuan komunitas yang dapat menyebabkan kerumunan.
“Adanya kebijakan memang sedikit banyak cukup berpengaruh. Tapi tetap mengambil sisi positif kebijakan dibuat untuk menekan lonjakan kasus yang belum mereda. Destinasi wisata ada yang berkunjung juga sudah baik,” pungkasnya. (ar/fun)
Tentang Wisata Pantai Bentar
- Di tahun 2020 ditarget bisa menyumbang PAD sebesar Rp 326 juta.
- Seiring datangnya wabah, destinasi ini sepi pengunjung.
- Biasanya pantai Bentar mendulang kunjungan diakhir tahun. Tapi saat libur Nataru, ada kebijakan yang membatasi kunjungan.
- Sampai tutup tahun pantai Bentar hanya bisa menyumbang Rp 280 juta.