Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kembangkan Pelabuhan Probolinggo, Pemprov Ajukan Pinjaman ke PT SMI

Jawanto Arifin • Sabtu, 2 Januari 2021 | 23:30 WIB
PROSPEK: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Pelabuhan Probolinggo. (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)
PROSPEK: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Pelabuhan Probolinggo. (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)
MAYANGAN, Radar Bromo - Pemprov Jatim serius mengembangkan kawasan Pelabuhan Probolinggo. Bahkan, rencananya Pemprov Jatim akan mengajukan pinjaman ke PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) untuk kebutuhan pembangunan dermaga.

“Agenda hari ini adalah rangkaian peninjauan proyek fisik yang rencananya akan didanai dari pinjaman PT SMI. Termasuk pembangunan dermaga II ini,” ujar Nyono, Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jawa Timur.

Sayangnya, Nyono enggan menyebutkan secara pasti besarnya anggaran yang akan dipinjam dari PT SMI. Sebab, saat ini menurutnya masih akan diajukan pinjaman.

Dilanjutnya Nyono, Pelabuhan Probolinggo memiliki dua dermaga dengan kedalaman yang berbeda. Dermaga 1 dengan kedalaman 5-6 meter, panjang 93 meter, lebar 31 meter, kekuatan ke dalam -5 sampai -6. Sedangkan dermaga 2 kedalaman 11-12 meter, panjang 306 meter, lebar 41 meter, kekuatan maksimal 30 ribu dwt.

Lalu pengembangan yang akan dilakukan yaitu, pembangunan trestle atau jembatan sepanjang 1,5 km. Rencananya akan dibangun dermaga sepanjang 2 km, lebar 81 meter serta kedalaman sampai minus 16 meter.

“Saat ini studi kelayakan sudah dilakukan Dinas Perhubungan Pemprov Jatim. Dari 1,5 km ini yang sudah dibangun trestle sepanjang 200 meter,” terangnya.

Detail engineering design (DED) untuk pembangunan jembatan pelabuhan ini juga telah selesai. Namun, dengan kedalaman trestle minus 16 meter harus sudah dilengkapi study hydro oceanografi.

“Studi ini terkait gelombang di tengah laut. Dengan kedalaman minus 16 meter itu bisa digunakan untuk sandar kapal dengan berat 100 ribu deadweight tonnage. Bisa sandar dengan full container,” terangnya.

Sementara itu GUbernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, Pelabuhan Probolinggo sangat potensial untuk aktivitas pelabuhan. Menurutnya, Pelabuhan Probolinggo memiliki barrier alami yaitu Pulau Madura. Sehingga, minim terjadi sedimentasi.

“Perlu ada sinkronisasi dalam program pembangunan karena Pelabuhan Probolinggo ini telah masuk dalam Perpres tentang pembangunan wilayah Bromo, Tengger Semeru,” pungkasnya. (put/hn) Editor : Jawanto Arifin
#dabn #gubernur jatim #tanjung tembaga #pelabuhan probolinggo #khofifah indar parawansa #pemprov jatim