Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo, telah merencanakan menggunakan Puskesmas Wonoasih, sebagai tempat isolasi alternatif jika Rusunawa Mayangan, penuh. Namun, layanan kesehatan kepada masyarakat dipastikan akan tetap jalan.
“Pelayanan kesehatan di Puskesmas Wonoasih, tetap akan jalan. Jika di sana digunakan untuk isolasi pasien Covid-19, pasti akan disekat, sehingga masyarakat yang periksa tidak masuk ke area isolasi,” ujar Plt Kepala DKP2KB Kota Probolinggo, Nurul Hasanah Hidayati.
Namun, sampai saat ini Puskemas Wonoasih, belum digunakan untuk ruang isolasi. Bagi pasien asimtomatik ataupun bergejala ringan masih ditempatkan di Rusunawa Mayangan. “Puskesmas Wonoasih, hanya disiapkan jika Rusunawa penuh. Tapi, sampai saat ini masih dimaksimalkan di Rusunawa,” ujarnya, Jumat (18/12).
Semakin banyaknya pasien positif Covid-19 di Kota Probolinggo, dikhawatirkan terjadi kekurangan ruang isolasi. Karenanya, persiapan untuk menambah ruang isolasi tidak hanya dilakukan oleh DKP2KB, RSUD dr. Mohamad Saleh, juga mempersiapkan ruang tambahan. Ruang Kemuning bagian atas disipakan sebagai ruang isolasi jika jumlah pasien korona yang harus dirawat terus bertambah.
Dalam dua pekan terakhir, pasien positif Covid-19, di Kota probolinggo, naik pesat. Bahkan, Kamis (17/12) lalu, tambahan jumlah pasien positif mencapai 56 orang. Sepekan sebelumnya, pernah ada penambahan 45 orang dan 47 pasien.
Jumat (18/12), ada tambahan pasien positif sebanyak 30 orang, sehingga total mencapai 1.192 pasien. Dari jumlah itu, 869 pasien dinyatakan sembuh; 238 pasien menjalani perawatan; dan 85 pasien meninggal dunia. (put/rud) Editor : Jawanto Arifin