Prestasi ini tak hanya diraih di tingkat kota. Ada prestasi yang diraih di tingkat provinsi, bahkan di tingkat nasional. Bahkan, didominasi prestasi dari Kompetisi Sains Nasional (KSN) maupun Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO).
Maklum, mata pelajaran sains khususnya dari kelas olimpiade menjadi salah satu program kelas unggulan yang dimiliki MTs Negeri Kota Probolinggo. Selain kelas olimpiade, program kelas unggulan lainnya yang digagas madrasah ini adalah kelas Tahfidz, kelas IT, dan kelas reguler.
Selain prestasi akademik, keberhasilan siswa-siswi MTs Negeri juga terlihat dari prestasi nonakademik melalui beragam kegiatan ekstrakulikuler. Tahun kemarin, madrasah yang dikepalai Drs. Tawin, M.Pd.I., ini mampu menjadi juara 1 dalam ajang Kompetisi Robotik Tingkat Nasional. Tahun ini, keberhasilan di tingkat nasional diukir dalam Kompetisi Pencak Silat putra maupun putri di 7 kelas yang berbeda. Yakni, kelas D, E, F, I, J, K, dan kelas N.
“MTs Negeri Kota Probolinggo, berupaya mewujudkan madrasah yang cerdas, inovatif, bertakwa, dan berakhlaqul karimah, sekaligus berwawasan lingkungan. Madrazah ini akan menjadi besar jika mendapat dukungan penuh dari para orang tua. Sebab, di tingkat tsanawiyah itu berbeda dengan tingkat aliyah,” ujarnya.
Di dampingi Waka Kesiswaan Abdul Manaf, Drs. Tawin menyebutkan, anak-anak di tingkat tsanawiyah belum bisa mandiri. “Misalnya, pembinaan karakter di madrasah di mulai saat anak masuk wilayah madrasah membudayakan salam, salat dhuha berjamaah, membaca Alquran bersama, dan berdoa bersama. Meski dengan berbagai macam karakter anak, komitmen kami bagaimana agar anak-anak MTs ini memiliki karakter yang bagus,” ujarnya.
Namun, setelah anak-anak di rumah, juga diharapkan melakukan kebiasaan seperti dilakukan di madrasah. Karenanya, menurutnya perhatian dan peranan orang tua sangat dibutuhkan. Begitu juga dengan beragam prestasi yang berhasil diraih siswa-siswinya. Baik pembinaan karakter, peningkatan potensi pengetahuan, dan lain sebagainya, membutuhkan kolaborasi yang baik antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua.
Menanggapi skenario pemerintah membuka pembelajaran tatap muka saat kondisi sudah memungkinkan pada 2021, Tawin menyatakan kesiapan madrasahnya. Yakni, untuk mengikuti kebijakan pemerintah menyelenggarakan pembelajaran dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sebagai bagian dari era normal baru.
Kurikulum yang diberlakukan juga sudah disiapkan sesuai Keputusan Dirjen Pendis Nomor 2791/2020 tentang Kurikulum Darurat Masa Covid-19 per 18 Mei 2020. Kepala madrasah yang bercita-cita menjadikan MTs Negeri Kota Probolinggo, sebagai satu-satunya madrasah berbasis IT ini terus berupaya menjadikan tantangan sebagai peluang dalam mewujudkan visi misi madrasah. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi