Humas BB-TNBTS Sarif Hidayat mengatakan, reaktivasi wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) tidak hanya membatasi jumlah pengunjung. Tetapi, juga membatasi asal wisatawan.
Untuk sementara waktu, pengunjung yang boleh datang hanya wisawatan nusantara (wisnu). Sedangkan wisatawan mancanegara (wisman) belum boleh masuk atau berkunjung.
”Wisata Bromo Tengger Semeru saat ini hanya untuk wisatawan nusantara. Wisatawan asing belum diperkenankan masuk, meskipun kuota pengunjung dinaikkan jadi 50 persen,” katanya.
Kebijakan itu dikatakan Sarif, untuk menjaga dan mencegah penyebaran Covid-19. Baik itu penyebaran pada petugas BTS, maupun pengunjungnya.”Sekarang fokus reaktivasi adalah penerapan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.
Terpisah, Sarmin selaku kepala seksi wilayah I BB-TNBTS menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan ke BTS tidak terlalu ramai sejak dibuka. Namun, karena ada batasan kuota pengunjung, wisata BTS sering full booked tiap Sabtu-Minggu. Sedangkan di luar hari libur, pengunjung hanya sekitar 20 persen dari kuota.
”Kalau jumlah kunjungan tidak terlalu ramai seperti sebelum pandemi Covid-19. Diperkirakan dampak ekonomi masyarakat juga berpengaruh untuk bisa ke tempat wisata,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi