Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wisatawan Mancanegara Masih Dilarang ke Bromo, Ini Alasannya

Muhammad Fahmi • Kamis, 19 November 2020 | 17:13 WIB
MULAI MENGGELIAT: Wisatawan menikmati view Bromo dari Sruni Point. Usai evaluasi, kuota untuk wisatawan Bromo naik jadi 1.634 orang per hari. (Zaenal Arifin/ Radar Bromo)
MULAI MENGGELIAT: Wisatawan menikmati view Bromo dari Sruni Point. Usai evaluasi, kuota untuk wisatawan Bromo naik jadi 1.634 orang per hari. (Zaenal Arifin/ Radar Bromo)
SUKAPURA, Radar Bromo-Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) rupanya tidak ingin mengambil risiko selama reaktivasi wisata Bromo Tengger Semeru (BTS). Meski kuota pengunjung dinaikkan menjadi 50 persen, BB-TNBTS tetap melarang wisatawan mancanegara (asing) berkunjung ke wisata.

Humas BB-TNBTS Sarif Hidayat mengatakan, reaktivasi wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) tidak hanya membatasi jumlah pengunjung. Tetapi, juga membatasi asal wisatawan.

Untuk sementara waktu, pengunjung yang boleh datang hanya wisawatan nusantara (wisnu). Sedangkan wisatawan mancanegara (wisman) belum boleh masuk atau berkunjung.

”Wisata Bromo Tengger Semeru saat ini hanya untuk wisatawan nusantara. Wisatawan asing belum diperkenankan masuk, meskipun kuota pengunjung dinaikkan jadi 50 persen,” katanya.

Kebijakan itu dikatakan Sarif, untuk menjaga dan mencegah penyebaran Covid-19. Baik itu penyebaran pada petugas BTS, maupun pengunjungnya.”Sekarang fokus reaktivasi adalah penerapan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Terpisah, Sarmin selaku kepala seksi wilayah I BB-TNBTS menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan ke BTS tidak terlalu ramai sejak dibuka. Namun, karena ada batasan kuota pengunjung, wisata BTS sering full booked tiap Sabtu-Minggu. Sedangkan di luar hari libur, pengunjung hanya sekitar 20 persen dari kuota.

”Kalau jumlah kunjungan tidak terlalu ramai seperti sebelum pandemi Covid-19. Diperkirakan dampak ekonomi masyarakat juga berpengaruh untuk bisa ke tempat wisata,” terangnya. (mas/hn)

  Editor : Muhammad Fahmi
#gunung bromo #bromo #tnbts #wisatawan bromo #bromo tengger semeru