Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan Imron Muhadi mengatakan, sampai kemarin belum ada surat edaran resmi dari pusat terkait informasi pembukaan dan kuota umrah ke daerah. “Kami masih menunggu terkait informasi lebih lanjut untuk pembukaan ibadah umrah, khususnya di daerah,” terangnya.
Imron menambahkan bahwa untuk travel di Kabupaten Pasuruan memang belum ada yang bisa berangkat sampai kemarin. Meskipun dari Arab saudi informasinya sudah membuka ibadah umrah untuk internasional dengan berbagai syarat.
Meskipun begitu, Imron mengatakan, permintaan rekomendasi umrah dikatakan masih landai saja. Ini lantaran sudah ada calon jamaah umrah yang meminta rekomendasi umrah, saat ibadah umrah di Arab Saudi masih ditutup untuk luar negaranya.
Sementara itu, Aboe Nasir Mazied, Kepala Perwakilan PT Yamasa mengatakan bahwa pihak travel di daerah saat ini terus memonitor informasi dari asosiasi travel masing-masing. Ada 6 asosiasi travel dan Yamasa masuk dalam Amphuri atau Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia.
“Dari perwakilan Amphuri sudah ada yang ikut berangkat umrah kemarin. Kami juga terus melihat perkembangan informasi sampai 1 minggu ini,” terangnya.
Dari informasi dan edaran yang beredar di pihak travel, untuk jamaah yang berangkat umrah saat pandemi ini memang cukup ketat dan berat. Selain dibatasi usia hanya antara 18-50 tahun dan wajib PCR, durasi hari ibadah menjadi salah satu yang membuat travel juga berat melakukan perjalanan umrah ke sana.
“Dari informasi hanya bisa 9 hari, dipotong perjalanan pulang pergi 2 hari sehingga tersisa 7 hari. Padahal setelah datang di Makkah juga wajib isolasi mandiri 3 hari, sehingga waktu ibadah umrah hanya tersisa 4 hari saja,” terangnya.
Selain itu, untuk jamaah yang diperiksa dan sakit tidak boleh keluar dari isolasi dan wajib dirawat. Hal ini yang juga akan memberatkan travel. “Termasuk hanya dibatasi umrah hanya bisa dilakukan 1 kali selama di Arab Saudi,” terangnya.
Pihak travel Yamasa sendiri nantinya tetap akan menjelaskan secara detail semua aturan yang dikeluarkan Arab Saudi untuk ibadah umrah di masa pandemi ini. Sehingga menyerahkan kepada calon jamaah. Apakah tetap mau berangkat dengan segala risiko dan aturan, atau menunggu sampai pandemi berakhir.
“Untuk jamaah kemarin yang tertunda mayoritas masih mau menunggu. Kami secara terbuka tetap memberikan detail semua aturan dan pengetatan untuk bisa beribadah di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin