“Untuk keberangkatan umrah 1 November ini dari Kota Probolinggo tidak ada. Yang berangkat ini sebenarnya mereka yang sudah daftar dan tertunda karena pandemi. Itu pun jumlahnya sangat terbatas,” ujar Afifurahman, humas Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo kemarin (2/11).
Afif mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan umrah dengan situasi pandemi, banyak pembatasan yang dilakukan oleh Arab Saudi. Dia menjelaskan bahwa dalam proses pendaftaran umrah, prosesnya banyak dilakukan oleh travel agent. Sedangkan pengajuan ke kemenag ini terkait dengan rekomendasi paspor umrah.
“Selama pandemi memang tidak ada penghentian pengajuan rekomendasi paspor umrah. Tapi karena memang tidak ada layanan umrah selama pandemi, akhirnya memang tidak ada yang mengajukan rekomendasi,” terangnya. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin