Sejauh ini, 17 persen masyarakat Indonesia tidak percaya dengan pandemi yang telah memakan banyak korban ini. Sementara di Jakarta, persentasenya lebih banyak.
“Kepercayaan masyarakat terhadap pandemi makin rendah. Di Jakarta, sebanyak 30 persen masyarakat tidak percaya. Sedangkan di Indonesia, ada 17 persen masyarakat yang tidak percaya pada pandemi Covid-19,” ujarnya.
Akibatnya, terjadi lonjakan pasien Covid-19 dan menyebabkan bertambahnya korban akibat pandemi ini. Oleh karena itu, penanganan pandemi perlu dilakukan secara serius. Sebab, dampak yang dirasakan oleh masyarakat begitu nyata.
“Covid-19 bukan guyonan, dapat dilihat secara nyata. Menanggulangi pandemi dilakukan dengan pencegahan dan pengobatan,” katanya.
Mahfud mengatakan, penerapan protokol kesehatan menjadi kunci. Dalam hal ini, pemerintah dan pengasuh pondok pesantren memiliki peranan penting untuk menekan laju penambahan pasien Covid. Yakni dengan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan.
“Sekarang ini, tidak kurang dari lima macam jenis obat yang didatangkan oleh pemerintah bagi mereka yang sedang sakit. Tetapi, vaksin belum ada. Jadi, vaksin alami yang harus dilakukan bersama. Yaitu, menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya pakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak,” ujar menteri asal Madura ini. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin