Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mahfud MD: Covid Bukan Guyonan

Jawanto Arifin • Minggu, 4 Oktober 2020 | 18:32 WIB
Photo
Photo
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Selama Dialog Kebangsaan, Menko Polhukam RI Mahfud MD menyoroti sejumlah isu penting. Di antaranya, makin rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pandemi Covid-19.

Sejauh ini, 17 persen masyarakat Indonesia tidak percaya dengan pandemi yang telah memakan banyak korban ini. Sementara di Jakarta, persentasenya lebih banyak.

“Kepercayaan masyarakat terhadap pandemi makin rendah. Di Jakarta, sebanyak 30 persen masyarakat tidak percaya. Sedangkan di Indonesia, ada 17 persen masyarakat yang tidak percaya pada pandemi Covid-19,” ujarnya.

Akibatnya, terjadi lonjakan pasien Covid-19 dan menyebabkan bertambahnya korban akibat pandemi ini. Oleh karena itu, penanganan pandemi perlu dilakukan secara serius. Sebab, dampak yang dirasakan oleh masyarakat begitu nyata.

“Covid-19 bukan guyonan, dapat dilihat secara nyata. Menanggulangi pandemi dilakukan dengan pencegahan dan pengobatan,” katanya.

Mahfud mengatakan, penerapan protokol kesehatan menjadi kunci. Dalam hal ini, pemerintah dan pengasuh pondok pesantren memiliki peranan penting untuk menekan laju penambahan pasien Covid. Yakni dengan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan.

“Sekarang ini, tidak kurang dari lima macam jenis obat yang didatangkan oleh pemerintah bagi mereka yang sedang sakit. Tetapi, vaksin belum ada. Jadi, vaksin alami yang harus dilakukan bersama. Yaitu, menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya pakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak,” ujar menteri asal Madura ini. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin
#mahfud md #pandemi covid-19 #pemkab probolinggo #dialog kebangsaan #menko polhukam #pendapa prasaja ngesti wibawa