Fernanda yang kini juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Probolinggo, ini semakin memperkuat posisinya dengan memimpin DPD Partai Golkar Kota Probolinggo periode 2020-2025. Dalam Musda yang digelar di Gedung Paseban Sena Kota Probolinggo, itu Fernanda terpilih secara aklamasi melanjutkan estafet dari kepemimpinan sang kakak, Audi Firmana.
Dalam sambutannya, Muhammad Sarmuji mengungkapkan, saat ini dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur, semuanya sedang menggelar Musda. Hal ini sesuai instruksi DPP Golkar untuk melaksanakan percepatan Musda.
“Dari 38 kota/kabupaten itu, ada 30 DPD yang berjalan secara aklamasi. Termasuk di Kota Probolinggo. Memang sebelum aklamasi, kami upayakan negosiasi dulu. Hal ini untuk mengantisipasi adanya konflik internal,” ujarnya.
Namun, kata Sarmuji, pemilihan secara aklamasi tidak menjadikan Partai Golkar hanya memiliki satu pintu. “Partai Golkar terkenal dengan partai by system. Jadi, keberadaannya ditentukan bukan siapa yang memimpin, tetapi sistemlah yang sudah berjalan di Partai Golkar. Kekuatan sistem ini yang telah membuktikan Partai Golkar sebagai pemenang kedua dalam pemilihan umum,” jelas Sarmuji.
Menurutnya, amanat yang diemban Partai Golkar sudah teruji di mata rakyat. “Formula dalam tubuh Partai Golkar dalam membangun, insyaallah membawa kesejahteraan rakyat. Sebab, Partai Golkar adalah partai yang paling tahu segala permasalahan rakyat, sehingga Partai Golkar paling tahu bagaimana solusinya,” katanya.
Ditemui Jawa Pos Radar Bromo usai Musda, Fernanda mengaku dengan hati tulus menerima tugas wewenang dan tanggung jawab sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Probolinggo masa bakti 2020-2025.
“Kami siap menjadikan Partai Golkar sebagai partai yang kuat, netral, mandiri, dan profesional. Sesuai program kerja yang telah ditetapkan bersama melalui pusat, provinsi, dan daerah, sehingga dapat memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota dalam mengharumkan nama Partai Golkar serta memajukan Kota Probolinggo,” ujarnya.
Bicara tentang langkah awal apa yang bakal diambil setelah dirinya ditasbihkan menakhodai Partai Golkar, Fernanda mengaku siap mengayomi semua anggotanya dan membangun konsolidasi. Baik di tingkat partai maupun dengan seluruh stakeholder untuk memaksimalkan peran Partai Golkar.
“Komitmen kami, kehadiran Partai Golkar harus dapat memberikan kontribusi positif untuk kemajuan masyarakat Kota Probolinggo. Partai Golkar akan selalu mendukung sikap dan kebijakan pemerintah yang prorakyat dan tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat,” ujar pria kelahiran 1984 ini.
Disinggung tentang target, Fernanda mengaku optimistis pada pemilu 2024, Partai Golkar akan menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak dan memenangkan Pemilu 2024 di Kota Probolinggo. “Sehingga, Partai Golkar akan memiliki kekuatan politik yang mandiri dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Fernanda.
Ia mengaku bukan siapa-siapa, tetapi akan bernilai dan Golkar akan menjadi besar jika semuanya bersatu. Serta, bahu-membahu dan bekerja sama membangun soliditas seluruh kader dan pengurus. “Dari tingkat daerah sampai tingkat kelurahan. Dari organisasi-organisasi sayap sampai organisasi yang mendirikan dan didirikan. Dan, saya Fernanda Zulkarnain siap berjuang bersama-sama,” ujarnya.
Kekuatan DPD Partai Golkar Kota Probolinggo pada Musda X kali ini begitu terasa. Selain dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Sarmuji, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak, S.H., pengurus hingga organisasi sayap Partai Golkar Jawa Timur ikut hadir menyaksikan pergantian pucuk pimpinan DPD Partai Golkar Periode 2020-2025. (el/adv) Editor : Jawanto Arifin