Sumbangan PAD dari PBB ini adalah satu-satunya PAD dari pelabuhan. Mengingat pelabuhan yang terdiri dari yaitu Pelabuhan Probolinggo, Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan ini, tidak dikelola langsung oleh Pemkot Probolinggo.
“Secara langsung terhadap PAD keberadaan 3 pelabuhan belum optimal, karena operator pelabuhan tersebut bukan pada pemkot. Tapi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat,” ujar Moch Soufis Subri, Wawali Probolinggo.
Namun Pemkot Probolinggo mendapat PAD bila mampu menyediakan tanah di sekitar pelabuhan baik untuk pergudangan maupun industri. “Dari 3 pelabuhan tersebut tersebut sudah ada yang berkontribusi untuk sektor PAD sebesar Rp 674.881.585 yaitu pelabuhan DABN (Pelabuhan Probolinggo) dan pelabuhan baru (Pelabuhan Perikanan Pantai),” ujarnya.
Selain itu Pemkot Probolinggo mendapat multiplayer effect dari operasional 3 pelabuhan. Antara lain seperti masyarakat bisa bekerja di sektor kebutuhan pelabuhan, baik perdagangan dan jasa.
“Melalui sistem Informasi wajib Lapor Perusahaan (SIWALAN), data yang tercatat di Dinas Tenaga kerja ada 189 tenaga kerja bongkar muat. Dengan rincian 187 orang laki-laki dan 2 orang perempuan,” terangnya. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin