Kapolsek Besuk AKP Agus Rachmad Wijaya mengatakan, kebakaran kali pertama diketahui oleh sepupu korban Salama, 33, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Dia melihat kepulan asap keluar dari jendela kamar tengah rumah korban.
Saat itu rumah dalam keadaan terkunci karena pemiliknya bepergian. “Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 19.30. Kemudian, mendatangi lokasi kejadian. Melihat kejadian itu, saksi menghubungi pemilik rumah,” ujarnya.
Saksi dibantu warga sekitar bergotong-royong berusaha memadamkan api. Mengingat lokasi merupakan permukiman padat penduduk, warga terus berupaya memadamkannya karena khawatir membesar dan merembet ke rumah warga lainnya.
“Rumah kemudian dibuka. Warga menyiram sumber api yang berasal dari kamar tengah rumah. Proses pemadaman dilakukan secepatnya agar kebakaran cepat mereda,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, Agus menjelaskan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik. Stop kontak dan kabel kipas angin menjadi panas, kemudian terbakar dan meleleh mengenai meja di bawahnya. “Stop kontak terbakar dan api merembet ke meja kayu. Tidak ada korban jiwa, namun membuat panik warga karena rumah dalam keadaan kosong,” ujarnya.
Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengaku, mendatangi lokasi kejadian dengan mengerahkan sebuah mobil pemadam dengan empat personel. Sesampainya di lokasi, api sudah mengecil, sehingga pihaknya hanya melakukan pembasahan titik api untuk memastikan api benar-benar padam. Tindakan dilakukan selama 20 menit agar seluruh bara api padam. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin