Belasan anjal itu selama ini tinggal di salah satu lapak di utara Pasar Gotong Royong, Kota Probolinggo. Selama di sana, mereka disebut-sebut sering berbuat mesum dan berpesta minuman keras (miras). Karenanya, keberadaan mereka dikeluhkan sejumlah pedagang.
Kepala UPT Pasar DKUPP Kota Probolinggo Muhammad Arif Billah mengatakan, awalnya anjal yang diamankan itu tinggal di salah satu lapak kosong di sisi utara Pasar Gotong Royong. Mereka menjadikan lapak itu sebagai tempat singgah. “Kami lakukan pengawasan serta sudah kami ingatkan. Selama tidak ada laporan dari pedagang, kami biarkan,” ujarnya.
Namun, semakin lama, tempat itu menjadi semakin ramai ditempati anjal. Ketika Satgas Pasar hendak mengontrol keamanan di pasar, mendapatkan laporan dari pengurus pasar dan pedagang jika keberadaan anjal ini meresahkan.
“Awalnya pada pukul 08.30 Satgas hanya melakukan kontrol pasar. Namun, ada laporan dari pengurus pasar dan pedagang. Bahwa, ada anak jalanan yang melakukan mesum serta kerap meresahkan pedagang,” jelas Arif.
Sebelas anjal yang diamankan itu terdiri atas empat orang perempuan dan tujuh laki-laki. Mengantisipasi agar tidak berulah dan meresahkan pedagang, Satgas Pasar juga membongkar lapak tempat mereka biasa singgah.
Serta, mengalihfungsikannya menjadi tempat sampah agar tidak digunakan sebagai tempat tidur anjal. Arif mengatakan, sebelas anjal itu tidak semuanya berasal dari Kota Probolinggo. Sebagian, ada yang dari luar daerah, seperti Sidoarjo. “Kami berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengamankan anak jalanan itu agar tidak kembali berulah,” jelas Arif.
Terpisah, Kasi Operasi dan Ketertiban Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Satgas Pasar dan langsung mendatangi lokasi. Anjal yang sebelumnya telah diamankan kemudian digiring ke Shelter Dinas Sosial Kota Probolinggo.
“Sebetulnya Petugas UPT Pasar Gotong Royong telah melakukan upaya persuasif berupa teguran kepada para anak jalanan itu. Karena sudah kelewatan, maka kami amankan dan dibawa ke selter untuk mendapat pembinaan lebih lanjut dan diserahkan kepada keluarganya,” ujarnya. (ar/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin