Penutupan pasar itu dilakukan sesaat, usai pasar tersebut beroperasi, Selasa (5/5). Penutupan itu disampaikan langsung Kepala Dipertahankan Sudiman didampingi Camat Wonoasih Deus Wanandi beserta petugas dari Koramil dan Polsek setempat.
“Kepada masyarakat yang beraktifitas di pasar sapi hari ini, dengan mohon maaf sebesar-besarnya. Dari hasil evaluasi beberapa Minggu ini, ternyata yang disampaikan oleh bapak Wali Kota banyak diabaikan,” ujar Sudiman, lewat pengeras suara.
Baca Juga: Pasar Sapi Wonoasih Ramai; Berdesakan hingga Banyak Tak Kenakan Masker
“Oleh karena itu, mulai Selasa depan (12/4), Pasar Sapi Wonoasih resmi ditutup. Karena, sudah diberi waktu ternyata masih ada pelanggaran-pelanggaran terjadi,” tambahnya.
Pelanggaran yang dimaksud terutama berkaitan dengan penggunaan masker oleh pedagang dan masyarakat yang beraktifitas di pasar Sapi. Keberadaan pasar sapi sendiri sempat beberapa kali disorot.
Baca juga: Pasar Ternak Wonoasih Tetap Buka Seminggu Sekali, Berdesakan
Bahkan, Wali Kota Hadi Zainal Abidin sempat mendatangi langsung kawasan pasar setempat, pada Selasa (14/4) lalu. Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- saat itu menyampaikan, jika masih ada pedagang yang tidak menggunakan masker saat beraktifitas di pasar sapi, maka pasar sapi akan ditutup.
Sebelumnya, Pemkot sudah membatasi jam buka pasar sapi. Bila sebelumnya beroperasi seminggu dua kali, sejak pandemi merebak, pasar sapi hanya buka hari Selasa.
Baca Juga: Curhat Pedagang Pasar Sapi Wonoasih yang Nekat Berjualan di Tengah Pandemi
Saat disinggung batas waktu penutupan pasar ternak, Sudiman memastikan bahwa penutupan pasar ternak akan dilakukan selama pandemic korona. “Sampai ada pemberitahuan lebih lanjut atau pandemi berakhir,” tegasnya.
Pasar Sapi Wonoasih sendiri, saat ini jadi satu-satunya pasar sapi yang masih buka di Probolinggo dan sekitarnya. Tak heran, pengunjungnya pun membeludak. Dalam kondisi normal, pasar ternak setempat bisa didatangi 450-900 ekor ternak sapi. (put/mie)
Editor : Muhammad Fahmi