Informasi yang dihimpun menyebutkan, awalnya korban bersama orang tuanya, Tam Suyono, tengah memperbaiki mesin pompa air. Rencananya, pompa air itu bakal dimanfaatkan untuk menyedot air sumur, Sabtu ini (25/4).
“Sekitar pukul 15.00, saksi (Tam Suyono) mengajak pulang. Namun, korban tak mau,” ujar Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.
Nah, sekitar pukul 17.15, istri korban Espendi hendak mencari keberadaannya. Namun, saat itu ia tak ditemukan di lokasi kejadian.
Selanjutnya, istri korban pun memanggil Jefri untuk mencari keberadaan korban. Sekitar puku 17.30, Jefri saat itu turun untuk melihat korban di dalam sumur. Saat itulah diketahui korban Espendi sudah tergeletak di dasar sumur.
“Pukul 18.30, kami dapat laporan bahwa ada warga yang meninggal karena terjatuh di galian sumur. Anggota kami pun langsung ke lokasi kejadian,” jelas Kapolsek.
Petugas dan warga pun, akhirnya baru bisa mengevakuasi jenazah sekitar pukul 21.00. Evakuasi dilakukan dengan mengikat jenazah korban untuk ditarik ke atas permukaan.
“Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas Puskesmas, tak ditemukan tanda bekas luka pada korban. Insiden ini murni musibah, keluarga korban menolak dilakukan otopsi,” imbuh Jamhari. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi